CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pencarian korban kecelakaan laut akibat terbaliknya sebuah speed boat di perairan Tanjung Andey, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, memasuki hari ketujuh pada Selasa (30/12/2025).
Terbaru, tim gabungan kembali menemukan korban kecelakaan laut, Rabu (31/12/2025).
Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekira pukul 07:30 WIT, di laut Komambroti dekat ujung barat Tanjung Pulau Kurudu bagian barat.
“Jenazah selanjutnya akan dibawah ke kota menggunakan kapal milik Basarnas untuk dilakukan identifikasi di RSUD Serui,” kata Bupati Yapen, Benyamin Arisoy, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (31/12/2025).
Bupati menjelaskan, dari total 21 orang penumpang termasuk seorang motoris, lima orang telah ditemukan, sementara 16 lainnya masih dalam pencarian.
Dari lima korban yang ditemukan, tiga orang berhasil selamat, masing-masing dua pria dewasa dan satu perempuan dewasa. Sementara dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Korban meninggal pertama merupakan seorang anak perempuan yang ditemukan pada 27 Desember 2025 di sekitar Kampung Waindu”
Bupati menerangkan, kecelakaan laut tersebut terjadi pada Selasa (23/12/2025) malam. Dimana speed boat diketahui bertolak dari Kota Serui menuju Kampung Waindu, Distrik Raimbawi.
Namun informasi mengenai kecelakaan baru diketahui pada Rabu, 25 Desember 2025. Sehingga pencarian korban baru dapat dilakukan sejak tanggal tersebut.
Pada hari pertama pencarian, 25 Desember 2025, masyarakat setempat berhasil menemukan tiga penumpang dalam kondisi selamat, masing-masing satu orang di perairan depan Pulau Kurudu dan dua orang lainnya di Selat Saipai.
Setelah itu, pencarian dilanjutkan oleh tim gabungan yang melibatkan Tim SAR, Polisi Air, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
Pada 27 Desember 2025, satu jenazah ditemukan di sekitar Kampung Waindu. Pencarian kemudian terus dilakukan hingga 30 Desember 2025 oleh masyarakat dan tim gabungan, namun belum menemukan korban lainnya hingga akhirnya satu jenazah kembali ditemukan pada 31 Desember 2025 pagi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen mengambil sejumlah langkah dalam penanganan kecelakaan laut tersebut. Di antaranya menyediakan BBM kepada masyarakat Kampung Waindu untuk mendukung pencarian awal, serta melakukan koordinasi dengan aparat distrik, kepala kampung, Kasat Pol PP, dan Kepala BPBD guna melibatkan Tim SAR, Polair, serta unsur TNI.
Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Yapen bersama jajaran pemerintah daerah juga hadir langsung di Distrik Raimbawi untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban dan masyarakat, sekaligus menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar lainnya bagi para korban selamat.
“Pencarian korban akan dihentikan sementara pada 31 Desember 2025 untuk menghormati pelaksanaan ibadah akhir tahun. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada 3 Januari 2026,” terangnya.
“Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau dan mengoordinasikan proses pencarian,” pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw