Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Di Yahukimo Dilaporkan Seribu Lebih Warga Mengungsi, Terdengar Tangisan

Abdel Gamel Naser • 2026-02-25 11:38:03

 

Warga di Distrik Pronggoli saat berkumpul mengamankan diri setelah terjadi musibah longsor yang nyaris menghilangkan dua desa beberapa hari lalu. (CEPOSONLINE.ISTIMEWA)
Warga di Distrik Pronggoli saat berkumpul mengamankan diri setelah terjadi musibah longsor yang nyaris menghilangkan dua desa beberapa hari lalu. (CEPOSONLINE.ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Intensitas hujan yang turun sejak 18 Februari lalu membuat dua desa di Distrik Pronggoli nyaris hilang tersapu longsor.

Meski tak ada korban jiwa namun hampir seluruh harta benda milik warga setempat terbawa material longsoran.

Menurut laporan, ada ribuan warga yang saat ini mengungsi. "Hujannya turun sejak 18 Februari, itu malam hari dan tanggal terjadi 19 longsoran besar," kata Kepala Distrik Pronggoli, Obet Pahabol melalui pesan Whatsapp, Selasa (24/2/2026)

Dari sejumlah dokumen gambar dan video yang dikirim terlihat longsoran masih berpotensi terjadi.

Ini juga yang membuat warga memilih mengungsi ke beberapa kampung sebelah setelah sebelumnya berkumpul di bangunan Gereja Sion Pronggoli.

"Longsoran terus terjadi dan mulai mengarah ke lokasi gereja akhirnya mereka mulai mengungsi ke desa sebelah," tambahnya.

"Dari dua desa ini ada seribu lebih warga yang mengungsi sekarang," bebernya.

Terdengar juga banyak suara tangisan khususnya dari para ibu-ibu dan anak kecil. "Rumah mama saya, babinya semua hanyut," tulis Wenfrit Pahabol, satu warga dalam pesan singkatnya.

Dikatakan dampak dari longsor ini selain rumah, kebun tetapi juga ternak bahkan bangunan kantor desa ikut tersapu.

"Beberapa hari terakhir longsorannya terus meluas. Daerahnya kampung ini memang di posisi lembah dan dampaknya ada hampir 100 rumah terbawa longsor termasuk 7 rumah seng dan 2 kantor desa," sambung Obet.

Warga berharap ada perhatian pemerintah karena pakaian dan semua isi honai semua hilang.

Kata Obet masyarakat membutuhkan makanan, pakaian, parang, alat kebun maupun peralatan untuk makan.

"Semua hilang, hanya pakaian di badan, alat untuk berkebun termasuk piring panci juga terbawa longsor.

Saya pikir pemerintah daerah dan badan bencana perlu segera datang dan melakukan pendataan, kasihan masyarakat kebingungan," tambahnya.

Data yang diberikan Obet saat ini ada 461 kepala keluarga dari Desa Pronggoli dan 2.900 kepala keluarga dari Desa Siwikma yang terdampak.

"Yang dikhawatirkan adalah longsoran susulan karena hujan masih turun. Kami minta bupati bisa segera melihat karena warga mulai kelaparan.

Masyarakat juga berharap pemerintah bisa membantu membangunkan rumah layak huni sebab bukan hanya kebun yang hilang tapi juga rumah," tutupnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#yahukimo #longsor #Ceposonline.com #warga mengungsi