CEPOSONLINE.COM.WAROPEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen mengambil langkah agresif untuk terus memperbaiki rapor kesehatan masyarakat di wilayah Negeri Seribu Bakau itu. Fokus utama kini diarahkan pada penguatan layanan gizi, kesehatan ibu dan anak (KIA), serta kesehatan reproduksi guna menekan angka kematian bayi (AKB) dan mengikis prevalensi stunting.
Berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, Kabupaten Waropen sebenarnya mencatatkan progres yang cukup positif. Angka kematian ibu (AKI) dilaporkan nihil atau nol kasus. Sementara itu, untuk AKB ditemukan sebanyak dua kasus, dan prevalensi stunting berada di angka 21 persen dengan total 139 balita.
Meski trennya membaik, Pemerintah Kabupaten Waropen enggan melonggarkan pengawasan. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Waropen, dr. Jenggo Suwarko, menegaskan bahwa target utama Dinkes Waropen dibawah kendalinya adalah mempertahankan nol kasus kematian ibu dan menekan AKB serta stunting hingga ke titik terendah.
"Kami tidak ingin berpuas diri dengan data saat ini. Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan setiap ibu hamil mendapatkan layanan berkualitas tanpa terkecuali, dan setiap bayi lahir serta tumbuh dengan optimal," ujar dr. Jenggo usai memimpin perumusan strategi bersama lintas sektor di Waropen, Rabu (15/6/2026).
Guna mengeksekusi target tersebut, Dinkes Waropen kini menggeser strategi dari yang sebelumnya bertumpu pada sektor kesehatan saja, menjadi gerakan berbasis kolaborasi multi-sektor.
Strategi ini mengikat komitmen dari tingkat organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah distrik, aparatur kampung, organisasi perempuan, hingga tokoh adat dan agama.
Jenggo menjelaskan, intervensi di lapangan tidak bisa lagi dilakukan setengah-setengah. Pemerintah kampung dan distrik diwajibkan terlibat aktif dalam memantau kondisi gizi warganya, sementara organisasi profesi kesehatan mengawal kualitas layanannya.
"Langkah konkretnya adalah sinergi program secara vertikal dan horizontal. Semua pihak harus bergandengan tangan. Pelayanan promotif dan preventif (pencegahan) akan kami perkuat langsung di tingkat akar rumput," tegasnya.
Melalui komitmen bersama yang melibatkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), para tokoh masyarakat, dan lintas instansi ini, Dinkes Waropen optimis mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan sehat demi menyongsong target jangka panjang Generasi Emas 2045. (*)
Editor : Elfira Halifa