CEPOSONLINE.COM, WAROPEN-Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Waropen menunjukkan komitmen tinggi dalam memacu agenda legislasi. Demi mengejar tenggat waktu pelaksanaan Sidang Paripurna yang kian dekat, lembaga perwakilan rakyat ini langsung bergerak cepat menggelar Rapat Komisi secara maraton di gedung DPRK Waropen, Kamis (16/7/2026).
Langkah ini diambil sesaat setelah DPRK menerima penyerahan hasil godokan materi dari Staf Ahli Bupati. Tanpa menunda waktu, materi tersebut langsung didistribusikan ke meja para Ketua Komisi untuk dibedah pada hari yang sama, karena rencana akan membuka sidang pembukaan paripurna di hari berikutnya.
Ketua DPRK Waropen, Yeneke S.K Dippan menegaskan bahwa dinamika waktu yang ketat menuntut seluruh elemen di DPRK untuk bekerja ekstra cepat namun tetap teliti. Pihaknya sengaja memangkas birokrasi waktu agar pembahasan materi bisa langsung dieksekusi di tingkat komisi maupun fraksi masing-masing.
"Begitu materi hasil godokan dari Staf Ahli Bupati kami terima, hari ini juga langsung kami serahkan kepada para Ketua Komisi. Tidak ada waktu untuk menunda. Rapat Komisi langsung digelar secara maraton hari ini karena kita sedang berpacu dengan waktu menjelang Sidang Paripurna," ujar Yeneke Dippan tegas saat ditemui usai memantau jalannya rapat.
Pada tahapan berikut kata Ketua DPC Partai PDI Perjuangan ini, pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk sama-sama membahas, pada prinsipnya DPRK memastikan pemerintahan di Waropen berjalan sesuai dengan aturan.
“Sehingga kita juga perlu memberikan masukan kepada pemerintahan terhadap hal yang belum sesuai dengan aturan untuk kita kembali pada aturan dan tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat waropen. Karena rencana kita akan buka Rapat Paripurna tanggal 17 Juli,” tegasnya.
Yeneke menjelaskan, ritme kerja maraton ini sangat penting agar DPRK memiliki waktu yang cukup untuk menyisir setiap detail draf program yang diajukan pemerintah daerah. Meskipun bergerak cepat, ia menjamin kualitas pembahasan tidak akan dikorbankan.
"Kita kejar target waktu agar jadwal Sidang Paripurna tidak bergeser, namun ketepatan dan ketelitian dalam membedah materi tetap menjadi prioritas utama. Seluruh komisi saat ini sedang bekerja keras," tandasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa