CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara terus memperkuat pelayanan kesehatan hingga menjangkau kampung-kampung. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Karmel Kogoya, SKM, memimpin langsung kegiatan Bimbingan Teknis dan Supervisi Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2026.
Kegiatan diawali dengan pengarahan kepada seluruh tim kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara. Setelah itu, tim langsung turun ke lapangan untuk melakukan pembinaan, pendampingan, serta supervisi di berbagai puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tolikara.
Supervisi dilakukan secara bertahap sesuai wilayah kerja puskesmas. Wilayah I meliputi Puskesmas Karubaga, Yiluk, Kuari, Kubu, Anawi, dan Geya. Wilayah II mencakup Puskesmas Kai, Wugi, Konda, Lianogoma, dan Numba. Sementara Wilayah III meliputi Puskesmas Kutime, Nabunage, Wokuwo, Aweku, dan Kanggime. Seluruh kegiatan dilaksanakan bersama tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif dan merata.
Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Karmel Kogoya, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat. Melalui pembinaan, pelatihan, dan pendampingan, para kader diharapkan mampu mengenali, mencegah, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan di lingkungan masing-masing.
Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan ini juga menjadi sarana monitoring dan evaluasi terhadap pembinaan yang telah dilakukan puskesmas kepada masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga melalui musyawarah, penyuluhan, dan pelatihan, diharapkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat semakin tumbuh, sehingga masyarakat mampu menjaga kesehatannya secara mandiri.
Salah satu fokus utama program UKBM adalah meningkatkan pemanfaatan pangan lokal bergizi sebagai upaya mencegah stunting. Melalui pembinaan kepada kader dan masyarakat, keluarga didorong mengolah bahan pangan lokal yang tersedia menjadi makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini sekaligus mendukung Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam kepemimpinan Bupati Willem wandik dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Program ini juga sejalan dengan visi dan misi keempat Bupati dan Wakil Bupati Tolikara, yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas hingga ke pelosok daerah.
Di akhir kegiatan, Karmel Kogoya memberikan motivasi kepada seluruh tenaga kesehatan agar terus mengedepankan semangat pengabdian dan pelayanan yang humanis. Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan bukan sekadar pelayan medis, tetapi juga sahabat masyarakat yang hadir memberi harapan, menjaga kehidupan, dan menjadi penggerak perubahan menuju Tolikara yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)
Editor : Weny Firmansyah