
JAKARTA, 20/7 (ANTARA) - Dua puluh tahun dari sekarang, anak-anak yang hari ini duduk di bangku sekolah dasar akan mengisi ruang-ruang penting kehidupan bangsa.
Mereka akan menjadi guru, dokter, petani, ilmuwan, aparat penegak hukum, auditor, pengusaha, hingga pemimpin republik. Mereka bukan sekadar generasi penerus, mereka adalah wajah Indonesia pada tahun 2045.
Karena itu, pertanyaan yang paling penting bukanlah apakah Indonesia mampu menjadi negara maju.
Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah apakah kita benar-benar sedang menyiapkan generasi yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju?
Pertanyaan tersebut menemukan relevansinya pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".



