Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bupati Tolikara: Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat!

Agung Trihandono • Jumat, 24 April 2026 | 04:33 WIB
Bupati Tolikara Willem Wandik saat menghadiri Forum Perangkat Daerah yang digelar Bapperinda di Aula Bapperinda,  21- 23 April 2026. (Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)
Bupati Tolikara Willem Wandik saat menghadiri Forum Perangkat Daerah yang digelar Bapperinda di Aula Bapperinda,  21- 23 April 2026. (Ceposonline.com/Dismkomdigi Tolikara)

CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA - Dari jantung Papua Pegunungan Kabupaten Tolikara terus bergerak menata masa depan.

Di tengah tantangan global dan keterbatasan daerah, satu pesan kuat digaungkan. 

Pembangunan harus nyata,dan harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Baperinda menggelar Forum Perangkat Daerah sebagai langkah awal menyusun arah pembangunan tahun 2027 di Aula Bapperida selama 3 (tiga) hari dimulai Selasa, 21 hingga Kamis, 23 April 2026.

Forum ini bukan sekadar agenda rutin,tetapi menjadi ruang penting untuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bupati Tolikara, Willem Wandik, dengan tegas mengingatkan seluruh perangkat daerah agar meninggalkan pola kerja lama yang tidak efektif.

“Tidak boleh ada lagi program yang tidak berdampak. Tidak boleh ada pemborosan anggaran.” ujar Bupati Tolikara Willem Wandik. 

Menurut Bupati Willem Wandik, tahun 2027 akan menjadi periode yang penuh tantangan.
Ketidakpastian global,serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat,akan berpengaruh langsung hingga ke daerah.

Karena itu, setiap kebijakan harus dirancang dengan cermat,setiap rupiah harus memiliki arti,dan setiap program harus menyentuh kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tolikara menetapkan sejumlah prioritas pembangunan.

Di sektor ekonomi,penguatan potensi lokal menjadi kunci—mulai dari UMKM, pertanian, hingga perkebunan.
Ketahanan pangan dan pengendalian harga kebutuhan pokok juga menjadi perhatian utama,demi menjaga stabilitas kehidupan masyarakat di daerah pegunungan.

Di bidang sosial,peningkatan kualitas sumber daya manusia terus didorong melalui pendidikan dan layanan kesehatan.
Upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan pun menjadi fokus penting.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah terus dipacu,untuk membuka akses dan mempercepat pemerataan pembangunan. Lebih dari sekadar perencanaan,forum ini menjadi momentum perubahan.

Bupati Willem Wandik menegaskan pentingnya kerja berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta penerapan anggaran berbasis kinerja.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Kita harus menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.”

Ia pun mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk bekerja sebagai satu tim,dengan satu tujuan,mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tolikara.

Sementara itu, Kepala Baperida Tolikara, Elisabet Yolanda Flassy, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi tahapan strategis dalam menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah Tahun 2027.

Perencanaan yang matang,diharapkan mampu melahirkan program yang tepat sasaran, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Di tengah keterbatasan wilayah pegunungan,harapan itu terus tumbuh. Dari ruang-ruang perencanaan hari ini,akan lahir kebijakan masa depan. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Willem wandik #tolikara #Papua Pegunungan