Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Gagal Bawa Pulang Poin dari Padang, Pelatih Persija Muak dengan Wasit

Weny Firmansyah • 2025-12-23 10:05:14

 

Semen Padang sukses taklukkan Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League (IG Semen Padang)
Semen Padang sukses taklukkan Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League (IG Semen Padang)

RADAR JOGJA – Persija Jakarta dipaksa pulang ke Ibu Kota tanpa membawa satupun poin saat menantang tuan rumah Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 di Stadion H Agus Salim, Senin (22/12) malam.

Persija takluk dengan skor tipis 1-0 atas tuan rumah Semen Padang. Gol kemenangan Kabau Sirah tercipta berkat gol bunuh diri dari pemain bertahan Macan Kemayoran, Jordi Amat pada menit ke-83.

Dengan hasil ini, Semen Padang naik ke peringkat ke-16 klasemen atau batas atas zona degradasi dengan 10 poin. Sementara itu, Persija tertahan di posisi ketiga dan gagal merebut kembali posisi kedua dari Persib Bandung.

Macan Kemayoran tampil agresif di awal pertandingan dan sangat mendominasi jalannya pertandingan dalam 15 menit pertama. Sayangnya keadaan cukup berbalik dan condong ke arah tuan rumah setelah kartu merah yang diterima pemain tim tamu, Figo Dennis.

Dibabak kedua, keadaan berbalik dan Semen Padang mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengurung Persija. Peluang Cornelius Stewart dan Pedro Matis masih bisa digagalkan kiper Macan Kemayoran, Carlos Eduardo.

Persija memang sempat mengancam, namun tembakan Bruno Tubarao juga belum membuahkan hasil. Baru pada menit ke-82 gol tercipta karena kesalahan antisipasi dari bek Persija Jordi Amat yang mengirim bola masuk ke gawang sendiri.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza meluapkan kekecewaannya usai timnya tumbang di tangan Semen Padang FC. Ia sampai enggan membahas perihal wasit yang memimpin pertandingan karena sudah lelah.

Dalam laga itu, ada banyak momen dan keputusan kontroversial dari wasit Steven Yubel Poli. Sang pengadil lapangan mengeluarkan tujuh kartu kuning dan dua kartu merah. Khusus kartu merah, diberikan wasit kepada dua pemain Persija, Figo Dennis dan Fabio Calonego.

Selain itu, keputusan kontroversial yang paling disorot adalah wasit Steven Yubel Poli menganulir gol Persija Jakarta pada menit-menit akhir. Tepatnya oleh Maxwell Souza akibat dianggap adanya pelanggaran lebih dulu sebelum gol terjadi.

Tapi, Souza enggan membahasnya. Ia mengisyaratkan sudah muak membicarakan perihal wasit di Liga Indonesia. "Saya tidak ingin berbicara lagi mengenai wasit. Sejak saya datang ke Indonesia, saya sudah cukup sering membahas hal tersebut, dan sekarang saya memilih untuk tidak membicarakannya lagi," kata Souza dalam jumpa pers pascalaga, dipetik Selasa (25/12).

Pelatih asal Brasil itu dalam kesempatan yang sama mengatakan, duel lawan Semen Padang tidak jadi hari yang bagus untuk Persija. Menurutnya, skuad Macan Kemayoran tak bermain sesuai standar yang ditetapkan.

"Saya pikir malam ini bukan malam yang indah bagi kami. Pada babak pertama, kami sebenarnya lebih dominan dibandingkan Semen Padang, namun permainan kami jauh dari standar yang biasa kami tampilkan," terang dia.
Di sisi lain, kata Souza, Semen Padang juga tidak banyak melakukan tekanan pada babak pertama. Tapi adanya kartu merah yang diterima Fabio dan Figo Dennis menurutnya sangat mengubah jalannya pertandingan. I(*)

Editor : Weny Firmansyah
#Liga 1 Indonesia 2025 2026 #Ceposonline.com #sepakbola #persija