Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Lionel Messi Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Kecil, Merasa Setengah Bodoh Ketika Bertemu Tokoh-tokoh Terkenal

Weny Firmansyah • 2026-02-26 10:31:43

 

Lionel Messi.
Lionel Messi.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Bintang Inter Miami CF, Lionel Messi, mengungkapkan penyesalannya karena tidak bersungguh-sungguh dalam pendidikan saat masih kecil, terutama dalam mempelajari bahasa Inggris.

Kapten Timnas Argentina dan juara Piala Dunia FIFA 2022 itu mengaku kerap merasa “setengah bodoh” ketika bertemu tokoh-tokoh terkenal sepanjang karier gemilangnya, namun tidak mampu berkomunikasi dengan baik.

Dalam podcast Meksiko Miro de Atras, Messi (38) secara terbuka menyampaikan penyesalannya. “Saya menyesali banyak hal. Saya menyesal tidak belajar bahasa Inggris saat kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya mempelajarinya, tetapi tidak melakukannya. Saya sangat menyesalinya,” ujar Messi.

Menurutnya, ada sejumlah momen ketika ia bertemu pribadi-pribadi luar biasa, tetapi tidak bisa mengobrol secara leluasa karena keterbatasan bahasa.

“Saya mengalami situasi ketika bersama tokoh-tokoh hebat dan luar biasa untuk berbicara, tetapi Anda merasa setengah bodoh,” katanya.

“Saya selalu berpikir, ‘Betapa bodohnya saya, menyia-nyiakan waktu.’ Saat masih muda, Anda tidak menyadarinya.

Kini, itulah yang selalu saya katakan kepada anak-anak saya, tentang pentingnya memiliki pendidikan yang baik, belajar, dan mempersiapkan diri.”

Messi meninggalkan kota kelahirannya, Rosario, Argentina, untuk bergabung dengan FC Barcelona pada usia 13 tahun. Ia mengakui tahun terakhir sekolahnya di Argentina tidak berjalan baik. “Itu bencana,” katanya.

“Saya tahu akan pergi ke Barcelona. Di sana, saya menyelesaikan pendidikan menengah bersama anak-anak lain yang masuk akademi La Masia.”

Akademi La Masia menjadi fondasi penting dalam kariernya, tidak hanya dari sisi teknik sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter.

Sejak bergabung dengan Inter Miami pada musim panas 2023 setelah dua tahun membela Paris Saint-Germain, Messi menilai sepak bola memberinya banyak pelajaran hidup.

Peraih delapan trofi Ballon d'Or tersebut menyebut sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan cara hidup.

“Saya bisa melakukan segalanya dan mencapai puncak dalam sepak bola, tetapi sepanjang perjalanan ada banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat,” ujarnya.

“Sepak bola adalah cara hidup. Ia mengajarkan banyak hal, memberi banyak nilai, membangun ikatan seumur hidup, dan membawa Anda mengenal banyak tempat.”

Pengakuan Messi menjadi refleksi penting bagi generasi muda, khususnya atlet muda yang tengah mengejar mimpi.

Kesuksesan di lapangan tidak serta-merta menghapus pentingnya pendidikan formal dan penguasaan bahasa asing.

Kisah Messi menunjukkan bahwa bahkan seorang legenda sepak bola dunia pun memiliki penyesalan dalam hidupnya.

Namun, dari penyesalan itu lahir pesan berharga: pendidikan dan kesiapan diri tetap menjadi fondasi utama untuk menghadapi dunia yang semakin global.(*)

Editor : Weny Firmansyah
#inter miami #Leonel Messi #Ceposonline.com #sepakbola