Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Michael Carrick Lagi Gacor, Man.City dan Arsenal Ditumbangkan, Tak Masalah Pilih Teman Sendiri jadi Staf Pelatih

Weny Firmansyah • 2026-01-26 10:52:59
Michael Carrick (Instagram: Michael Carrick).
Michael Carrick (Instagram: Michael Carrick).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Performa Michael Carrick sebagai pelatih Interim Manchester United sangat baik, dalam menghadapi dua laga berat yakni melawan Manchester City, dan Arsenal, Setan Merah julukan Manchester United berhasil meraih kemenangan. Manchester City digulung 2-0 dan pemuncak klasemen dikalahkan 3-2.

Banyak pihak yang menilai penunjukkan Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United sangatlah tepat. Namun tak sedikit yang mencibir bahwa Carrick lebih mementingkan KKN alias orang-orang dekatnya atau inner circlenya sendiri.

Tapi faktanya di balik keputusan tersebut, Carrick diyakini punya pertimbangan yang jauh lebih strategis.

Sebagai pelatih interim yang datang di tengah situasi klub yang tidak ideal, Carrick dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menata ulang arah tim.

Dalam kondisi seperti itu, kejelasan visi dan keselarasan kerja menjadi faktor yang krusial. Salah satu cara tercepat untuk mencapainya adalah dengan bekerja bersama orang-orang yang sudah memahami cara berpikir dan metode kepelatihannya.

Di dunia sepak bola modern, staf pelatih bukan lagi sekadar pendamping manajer di pinggir lapangan. Mereka memegang peran penting dalam persiapan taktik, manajemen pemain, komunikasi internal, hingga menjaga atmosfer ruang ganti. Karena itu, kepercayaan menjadi fondasi utama.

Steve Holland, yang ditunjuk sebagai asisten Carrick, dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan rekam jejak panjang. Ia pernah bekerja dengan sejumlah manajer papan atas dan terlibat dalam perkembangan signifikan tim nasional Inggris dalam satu dekade terakhir.

Perannya lebih condong pada aspek taktik dan organisasi tim, terutama dalam persiapan pertandingan.

Nama lain yang mencuri perhatian adalah Jonathan Woodgate. Mantan bek timnas Inggris itu pernah bekerja bersama Carrick sebelumnya dan dinilai punya kemampuan komunikasi yang baik dengan pemain.

Pengalamannya sebagai pemain top membuatnya paham dinamika ruang ganti, terutama di klub sebesar Manchester United yang penuh tekanan.

Sementara itu, kehadiran Jonny Evans dalam struktur kepelatihan membawa dimensi berbeda. Meski belum lama terjun sebagai pelatih, Evans dikenal memiliki pemahaman kuat soal budaya dan identitas Manchester United.

Ia juga dianggap mampu menjadi penghubung antara tim utama dan pemain muda, sebuah peran yang belakangan dinilai kurang maksimal di Old Trafford.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Carrick tidak asal memilih. Struktur staf yang dibangun mencerminkan keseimbangan antara pengalaman, pendekatan teknis, dan pemahaman internal klub. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#michael carrick #Manchester united #Ceposonline.com #sepakbola #setan merah