Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

14 Satwa Endemik Dilepasliarkan ke Taman Nasional Wasur

Yulius Sulo • 2024-08-08 16:33:37
Petugas Karantina Papua Selatan saat melakukan pemeriksaan terhadap 14 Satwa endemik untuk selanjutnya dilepasliarkan ke alam
Petugas Karantina Papua Selatan saat melakukan pemeriksaan terhadap 14 Satwa endemik untuk selanjutnya dilepasliarkan ke alam

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Sebanyak 14 satwa endemik yang dilindungi dilepasliarkan kembali ke alam, tepatnya di Taman Nasional Wasur Merauke, Rabu (07/08/2024.

Ke-14 satwa yang dilindungi dan akan dikembalikan ke habitatnya itu dari 2 burung cendrawasih, 6 ekor burung kakatua Koki (Cacatua galerita), 1 ekor burung Nuri Bayan (Ecletus rotates), 1 ekor burung perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus), dan 4 ekor ular Sanca Hijau (Morelis viridis).

‘’Semuanya ada 14 ekor satwa yang dikembalikan ke alam,’’ kata Haris Prayitno, selaku Dokter Hewan Karantina Ahli Muda Badan Karantina Papua Selatan, Kamis (08/08/2024)

Namun sebelum dilepasliarkan itu, lanjut Haris Prayitno pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 satwa yang dilindungi untuk memastikan satwa yang akan dilepasliarkan itu dalam keadaan sehat sehingga dapat beradaptasi dengan keadaan lingkungannya di alam liar.

Dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, semuanya dalam keadaan sehat sehingga ke-14 satwa itu dilepasliarkan kembali ke alam bebas.

Kepala Karantina Papua Selatan Cahyono mengatakan, Karantina siap dalam menjaga kelestarian flora dan fauna endemik Papua melalui pengawasan di pintu pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan Pemerintah.

"Kami ingin satwa-satwa endemik tetap berada di alam liar. Karena apabila terus menerus di perdagangkan maka akan punah," tutup Cahyono. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Merauke #PAPUA SELATAN #Satwa