CEPOSONLINE.COM, BIAK-Landasan pacu bekas Perang Dunia II di Pulau Owi (Owi Airstrip), Biak Numfor hingga saat ini masih ada meskipun sebagiannya sudah dipenuhi rumput vegetasi. Bahkan sisa peninggalan eks pangkalan vital di Pasifik yang dibangun oleh Sekutu AS dibawah komando Jenderal Douglas MacArthur, masih sering dikunjungi wisatawan.
Kali ini adalah Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman yang mengunjungi Pulau Owi bersama rombongannya untuk melihat dari dekat salah satu bukti sejarah kekuatan AS dan sekutunya diwilayah Pasifik dimasa perang dunia II saat itu.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM mengatakan, kedatangan rombongan dari Kepala BI Perwakilan Papua adalah untuk melihat dari dekat bekas landasan pacu sisa perang dunia II di Pulau Owi.
“Disela-sela kegiatan di Biak, Pak Kepala BI Perwakilan Papua dan jajarannya ingin ke Owi, tujuannya adalah untuk melihat bekas landasan pacu. Mereka banyak menanyakan soal landasan ini dan kami jelaskan, ya kami berharap beliau-beliau ini juga ikut mempromosikan salah satu destinasi wisata sejarah ini,” ujar Bupati kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (28/02).
Dikatakan, di Pulau Owi, memiliki perpaduan objek wisata yang bisa memikat wisatawan untuk berkunjung. Selain peninggalan landasan pacu sisa perang dunia II, Pulau Owi juga memiliki keindahan alam tropis, pasir putih, dan perairan yang jernih.
“Di Biak ini memiliki perpaduan berbagai objek wisata, misanya ada wisata sejarah dan alam, di Pulau Owi misalnya, ada wisata peninggalan perang dunia II dan destinasi wisata bahari. Bangkai pesawat perang ampibi Catalina di dalam laut, juga menjadi daya tarik bagi para penyelam,” ucapnya.
Sekedar diketahui, landasan pacu eks perang dunia II di Pulau Owi menjadi pangkalan udara penting di Pasifik di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur. Landasan ini dijadikan AS dan sekutunya sebagai pangkalan operasional utama untuk “menghabisi” Jepang di wilayah Pasifik dari musim panas 1944 hingga September 1945.
Pulau Owi ini berperan strategis , sebagai pangkalan militer Sekutu yang mendarat di Biak. Bahkan menjadi bagi kemenangan pasukan Sekutu di wilayah Pasifik dan Asia Tenggara. (*)
Editor : Lucky Ireeuw