Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pasca Gagal Promosi, Manajer Persipura Soroti Kerusuhan dan Bocorkan Rencana Tim

Yohanes Palen • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB
Owen Rahadiyan (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Owen Rahadiyan (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura mulai membuka arah persiapan tim usai kegagalan promosi ke Liga 1 musim depan.

Meski skuad telah dibubarkan, sejumlah pemain disebut masih memiliki kontrak jangka panjang dan diproyeksikan tetap menjadi bagian dari Mutiara Hitam.

Hal itu disampaikan manajer Persipura, Owen Rahadiyan saat berbincang dengan Ceposonline.com usai berakhirnya musim kompetisi Liga 2 2025/2026 beberapa waktu lalu.

“Tidak semua pemain kontraknya habis. Ada beberapa yang kontraknya masih berlanjut, bahkan ada yang masih dua tahun lagi,”ucap Owen Rahadiyan.

Owen mengaku sudah mememiliki bayangan daftar pemain yang akan dipertahankan untuk musim depan. 

Namun, keputusan final tetap menunggu arah dan rencana besar klub ke depan termasuk rekomendasi dari pelatih juga.

“Kalau bicara masa depan, masih open. Karena kita juga harus lihat perkembangan situasi dan rencana tim ke depan,”katanya.

Ia juga menegaskan evaluasi besar akan dilakukan, termasuk di sektor pelatih dan komposisi tim. 

Menurutnya, dalam sepak bola tidak ada pelatih yang sempurna dan kritik menjadi bagian penting untuk membangun tim lebih baik.

“Saya menerima banyak masukan, dari teman-teman, pemain, coach, bahkan komentar di media sosial. Ada beberapa poin yang memang harus diperbaiki dan itu wajar dalam sepak bola,”ujarnya.

Meski gagal promosi, manajemen menilai seluruh tim telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang musim.

“Para pemain sudah berikan yang terbaik dimusim ini dan kita akan berjuang lebih keras lagi demi memenuhi ambisi kita kembali ke Liga 1,"ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menanggapi sorotan terhadap kepemimpinan wasit asing saat laga play-off kontra Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.

Menurutnya, secara permainan Adhyaksa FC memang tampil solid dan layak diapresiasi. 

Namun, ada beberapa momentum yang memicu reaksi penonton karena wasit dianggap tidak memberi respons terhadap permintaan pengecekan VAR.

“Ada beberapa kejadian handball atau offside yang membuat penonton meminta VAR dicek. Mungkin kalau wasit lebih bijak dan melihat VAR sekali saja untuk menenangkan penonton, masyarakat bisa lebih menerima,”ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan kerusuhan yang terjadi usai pertandingan bukan murni dilakukan suporter Persipura.

“Saya lihat ini bukan sekadar supporter. Dari beberapa video dan informasi yang masuk, sepertinya memang ada oknum tertentu yang sengaja membuat kericuhan,”tegasnya.

Manajemen Persipura kini mengaku tengah bekerja sama dengan aparat keamanan dan panitia pelaksana untuk menganalisis seluruh insiden yang terjadi.

Ia menyebut kerusuhan tersebut menjadi pukulan besar bagi nama Papua, sebab pertandingan Persipura selama ini dikenal sebagai tontonan keluarga yang aman dan ramah.

“Yang paling menyakitkan bukan gagal ke Liga 1, tapi nama baik Papua yang tercoreng karena kejadian ini,”tegas kembali.

Meski musim berakhir pahit, Persipura memastikan evaluasi dan pembenahan akan dilakukan demi bangkit pada musim depan.

"Mulai awal bulan Juni 2026 saya sudah bergerak untuk kontrak pemain. Saya ingin lebih awal melakukan persiapan tim agar jauh lebih siap lagi,"tutup Owen. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Owen Rahadian #Liga 2 #persipura