Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Gol Kedua Persipura Disebut Tidak Sportif, Ricardo Salampessy: Wasit Belum Tiup Peluit

Gratianus Silas • 2025-01-05 15:30:14
Duel antara tim Papua, Persipura Jayapura dan Persewar di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu 4 Januari 2025.
Duel antara tim Papua, Persipura Jayapura dan Persewar di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu 4 Januari 2025.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pelatih Persipura, Ricardo Salampessy, merespons Pelatih Persewar, Eduard Ivakdalam, perihal gol kedua Persipura yang dinilai tidak sportif.

Menurut Ricardo, Persipura berada di situasi menyerang, dan wasit belum meniup peluit untuk menghentikan permainan akibat adanya seorang pemain yang terkapar di lapangan.

“Terkadang di dalam permainan, ketika wasit belum meniup peluit, ada keuntungan bagi tim yang memegang bola.”

“Kebetulan kita dalam situasi menyerang.”

“Jadi tentunya mungkin, mungkin saja orang anggap itu tidak fair play.”

“Tapi kita dimungkinkan untuk tetap memainkan bola sampai wasit meniup peluit dan menghentikan sementara pertandingan akibat terjadinya kejadian atau sesuatu,” jelas Ricardo.

Ricardo menyebutkan, wasit yang memimpin pertandingan Derby Papua itu tidak meniup peluit dan menghentikan sementara permainan.

“Dalam pertandingan tadi, wasit tetap mempersilakan kami main, yang dalam situasi kami menyerang, dan kami memanfaatkan situasi tersebut.”

Ricardo sendiri mengungkapkan bahwa timnya fokus meraih hasil terbaik di laga tersisa.

“Kami fokus untuk meraih hasil.”

“Apapun itu, pertandingan sudah selesai dan kami ucap syukur untuk hasil yang kami dapat,” pungkasnya.

Persewar Waropen

Pelatih Persewar, Eduard Ivakdalam, menilai bahwa gol kedua Persipura tercipta dari permainan yang tidak sportif.

“Gol kedua itu tidak sportif.”

“Jujur, gol kedua dari Persipura tidak sportif sama sekali itu,” keluh Eduard Ivakdalam saat konferensi pers usai pertandingan.

Gol tersebut dianggap tidak sportif lantaran satu pemain Persewar telah beberapa menit terpakar kesakitan di lapangan.

Bahkan, Eduard menyindir Boaz Solossa sebagai pemain senior yang berada dekat pemain Persewar yang tengah terjatuh itu, namun tidak membuang bola yang biasa dilakukan sebagai asas fair play.

“Pemain kita dalam posisi jatuh dan sudah berapa menit berjalan itu.”

“Boaz sendiri pemain senior yang harusnya terapkan sportivitas, dia sendiri lewat di samping pemain yang lagi cedera, dan crossing bola itu.”

“Sangat disayangkan, menang tapi dengan cara yang tidak sportif,” terangnya.

Namun, di sisi lain, wasit juga tidak meniup peluit untuk menghentikan permainan di saat pemain Persewar masih terkapar di lapangan.

“Tim kita sudah bermain dengan 10 pemain (akibat satu pemain kena kartu merah), ditambah 1 (pemain) jatuh itu, tinggal 9 pemain di saat terciptanya gol kedua,” ujarnya.

Meskipun demikian, Eduard mengakui kekalahan yang diterima timnya.

“Tapi kita akui, kita kalah. Saya tidak masalah itu.”

“Saya angkat jempol buat pemain saya karena mereka sudah tampil luar biasa.”

“Bahkan tanpa latihan, bisa menampilkan permainan khas Persewar dan mampu mengimbangi Persipura,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Gratianus Silas
#Eduard Ivakdalam #ricardo salampessy #Ceposonline.com #Waropen #Jayapura #Persewar #Boaz solossa #persipura