CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Striker Persipura, Boaz Solossa, hingga kini masih menunjukkan permainan terbaiknya di Liga Indonesia.
Benar saja, legenda hidup sepak bola Indonesia itu masih menjadi andalan di lini depan Persipura musim 2024/2025 ini.
Bermain untuk Persipura Jayapura di Liga 2, total sudah 5 gol dicatatkan Boaz sejauh ini.
Menariknya, 3 gol di antaranya dicetak secara beruntun di 3 laga terakhir Persipura Jayapura.
Boaz mencetak satu gol ketika Persipura berhadapan dengan RANS Nusantara pada 28 Januari 2025.
Kemudian, satu gol lagi disarangkan Boaz ketika Persipura menjamu Persipa Pati di Stadion Mandala Jayapura pada 5 Februari 2025.
Yang terbaru, striker kelahiran Sorong, Papua Barat Daya, ini mencatatkan namanya di papan skor ketika timnya bersua Persipal Palu pada 9 Februari 2025.
Di musim ini bersama Persipura, Boaz telah mencatatkan total 16 penampilan.
Sejumlah laga dimainkan dari bangku candangan.
Namun, tak jarang juga Boaz masuk sebagai starter.
Lebih daripada itu, adik kandung Ortizan Solossa ini masih menunjukkan insting buasnya sebagai seorang penyerang di setiap penampilannya bersama Persipura.
Kecakapannya mengolah bola membuat Boaz kerap juga terlihat memainkan peran berbeda di lapangan.
Ini juga tak lepas dari pencapaian, prestasi, hingga pengalamannya berkarier bertahun-tahun di dunia sepak bola.
Selain mengisi posisi naturalnya sebagai striker, Boaz juga pernah dipercaya pelatih untuk bermain di posisi seperti false nine, winger, hingga menjadi motor penggerak serangan Persipura di beberapa laga.
Namun, di atas itu semua, penyerang kelahiran 16 Maret 1986 tersebut kerap kali menunjukkan leadership-nya di atas lapangan.
Tak heran, selain sebagai panutan lewat aksinya di lapangan, Boaz juga menjadi mentor yang baik.
Apalagi, Persipura kini dihuni banyak pemain muda.
Ia kini lebih banyak memberikan kesempatan bagi generasi baru Persipura.
Di beberapa kesempatan ketika Persipura diberi hadiah penalti, Boaz kerap menolak untuk mengeksekusinya.
Hal ini teringat jelas pada laga Persipura kontra Gresik United di Stadion Mandala Jayapura, 14 Desember 2024 lalu.
Dua kali Boaz Solossa menolak mengeksekusi penalti pada laga itu.
Sebaliknya, ia berikan kepada juniornya, Ramai Rumakiek.
"Ya, pelatih memang menunjukkan saya untuk pertama mengambil apabila ada pinalti, lalu kedua Ramai Rumakiek,"terangnya.
"Tapi saya lihat Ramai Rumakiek lebih siap untuk ambil 2 penalti itu,"ucap Boaz Solossa.
Boaz Solossa menyampaikan, ia melihat Ramai Rumakiek punya motivasi dan semangat lebih.
"Ramai saya lihat punya ambisi lebih di laga ini, sehingga saya berikan kepada dia untuk ambil penalti. Saya juga ingin dia lebih baik dan menambah kepercayaan dirinya," tutup Boaz Solossa.
Begitupula pada laga Persipura vs Persikas Subang di Stadion Mandala Jayapura pada 21 Januari 2025 lalu, Boaz terlihat memberikan kesempatan bagi pemain muda Reno Salampessy untuk mengambil tendangan bebas dari luar kotak 16.
Padahal, sebelumnya, ia terlihat sudah bersiap-siap untuk mengeksekusi bola mati tersebut.
Pelatih Persipura, Ricardo Salampessy, sempat merespons aksi Boaz Solossa itu.
"Memang dalam latihan kita selalu menyiapkan beberapa pemain untuk mengambil bola mati dan pinalti, salah satunya Reno Salampessy," ujar Ricardo Salampessy.
Namun ketika Boaz Solossa dimainkan, maka dia menjadi pilihan pertama untuk melakukan eksekusi bola mati dan penalti.
"Ini suatu kepercayaan dari senior kepada juniornya dan tentunya ini suatu bentuk dukungan kepada pemain muda untuk berkembang,"tuturnya.
Ricardo Salampessy mengaku, sejauh ini secara tim Persipura sangat solid dan saling mendukung antara senior dan junior.
"Pemain terlihat kompak dan saling suport satu sama lainnya dan ini yang saya lihat dalam perkembangan tim saat ini," tutup mantan pemain Persiwa Wamena ini. (*)
Editor : Gratianus Silas