Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komunitas Satu Mimpi dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura Gelar Museum Waktu “Mimpi di Tanah Papua”

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯

 


Advertisement

Ratusan siswa saat menghadiri kegiatan Museum Waktu “Mimpi di Tanah Papua” di PYCH Kotaraja, Selasa (31/3/2026).
Ratusan siswa saat menghadiri kegiatan Museum Waktu “Mimpi di Tanah Papua” di PYCH Kotaraja, Selasa (31/3/2026).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Komunitas Satu Mimpi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura menggelar kegiatan sosial bertajuk Museum Waktu “Mimpi di Tanah Papua”, di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (31/3/2026).

 

Advertisement

Founder satu mimpi, Kevin Faza dalam keterangannya mengatakan kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para pelajar untuk mengenal sejarah Papua melalui pameran foto, pemutaran film, dan sesi diskusi yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.

 

"Narasi penuh: Museum Waktu “Mimpi di Tanah Papua” merupakan kegiatan sosial yang diselenggarakan sebagai hasil kerja sama antara Komunitas Satu Mimpi dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura dengan melibatkan para pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA sebagai peserta utama," jelas Kevin Faza di PYCH.

Advertisement

 

Kevin menjelaskan, kegiatan ini dibuat sebagai wadah edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah Papua dengan cara yang lebih dekat dan menarik. Dengan harapan melalui pameran foto, film pendek, dan sesi diskusi, para peserta diajak untuk memahami perjalanan sejarah Papua sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan, rasa persatuan, dan semangat untuk terus belajar.

 

Museum Waktu menyasar total 600 pelajar yang terdiri dari 200 siswa SD, 200 siswa SMP, dan 200 siswa SMA dari seluruh Kota Jayapura. Untuk mendukung jalannya acara, panitia menyusun kegiatan dalam beberapa sesi dan gelombang agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan nyaman.

 

Dihadiri oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd dan jajarannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan sosial-edukatif yang bertujuan memperluas wawasan sejarah dan kebangsaan bagi para pelajar.

 

Ungkapnya, rangkaian kegiatan diawali dengan tur galeri foto yang dibagi dalam beberapa gelombang. Melalui tur ini, para siswa diajak melihat langsung materi pameran yang berisi perjalanan sejarah Papua dari masa ke masa. 

 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan opening ceremony yang diisi dengan doa bersama, sambutan, simbolisasi pembukaan pameran, penampilan tari, serta penayangan video sejarah Papua.

 

Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini kata Kevin adalah sesi diskusi dan motivasi dari Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CPM., CT., Koordinator Penghubung Komisi Yudisial Republik Indonesia Wilayah Papua, sebagai narasumber. 

 

"Kehadiran narasumber ini memberi nilai tambah bagi peserta karena mereka tidak hanya mendapatkan materi sejarah, tetapi juga dorongan semangat untuk terus belajar, berkembang, dan memahami posisi generasi muda Papua dalam masa depan daerahnya," terangnya.

 

Dalam pameran, Museum Waktu menampilkan materi sejarah Papua yang dibagi ke dalam lima zona waktu. Materi tersebut mencakup masa pra-kolonial, masa kolonial, era perang dunia, masa setelah kemerdekaan Indonesia, proses integrasi Papua, hingga masa reformasi, otonomi khusus, dan pembangunan di Tanah Papua. Dengan susunan materi yang berurutan dan didukung tampilan visual, peserta dapat mengikuti alur sejarah Papua dengan lebih mudah dan jelas.

 

Secara umum, Museum Waktu “Mimpi di Tanah Papua” menjadi bentuk kegiatan sosial yang membawa nilai edukasi dan pembinaan bagi generasi muda. Melalui kerja sama tersebut, kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan tentang sejarah Papua, tetapi juga membuka ruang belajar yang lebih menyenangkan, membangun, dan relevan bagi pelajar.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi para peserta, serta menjadi contoh bahwa kerja sama antara komunitas dan pemerintah dapat melahirkan kegiatan sosial yang positif, mendidik, dan berdampak bagi masyarakat, khususnya bagi generasi muda di Kota Jayapura. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Di tengah arus transformasi digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui gawai, sebuah tantangan b

Harapan Itu Bernama Pertamina

Harapan Itu Bernama Pertamina

Puing-puing sisa kebakaran masih menggantung di bibir pantai Kampung Nelayan, Dok V, Kelurahan Mandala, Jayapura Utara, Minggu (25/10/2026).

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Bukan Hanya Bernyanyi, Pesparani di Biak Bawa Pesan Persatuan

Lebih dari 800 orang diperkirakan menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua 2026 di Kab

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer