CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA—Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua melakukan investigasi lapangan terkait kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa para siswa dan tenaga pengajar di SMA Negeri 5 Kota Jayapura, Rabu (5/8/2026).
Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPR Papua Herlin Beatrix Monim, didampingi Ketua Komisi V Dina Laura Rumbiak, Wakil Ketua Komisi V H. Jayakusuma, Sekretaris Komisi V Dwiastuti, beserta jajaran anggota Komisi V.
Dalam kunjungan tersebut, DPR Papua menemui kepala sekolah dan para siswa terdampak. Berdasarkan hasil temuan di lapangan dan laporan pihak sekolah, tercatat sebanyak 108 siswa serta 11 guru dan tenaga Tata Usaha (TU) mengalami gejala dugaan keracunan makanan.
Kepala SMAN 5 Jayapura, Agustina F. Thesia, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Selasa (28/7/2026). Saat itu, hampir di setiap kelas dijumpai siswa yang mengeluhkan sakit perut.
"Kami langsung melakukan penelusuran. Dari pengakuan para siswa, mayoritas merasakan sakit perut sejak Selasa subuh. Dan memang senin mereka makan MBG. Sehingga kami langsung mengumpulkan seluruh siswa di halaman untuk pendataan. Rata-rata keluhannya sama. Ada yang daya tahannya kuat, tetapi ada juga yang sampai lemas. Bahkan pagi itu antrean siswa di toilet cukup panjang," ujar Agustina.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan mengarahkan para siswa berobat ke RSUD Dok II Jayapura. Dari total 108 siswa terdampak, sebanyak 21 orang dilarikan ke rumah sakit karena kondisi fisik yang melemah.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada hari itu langsung dihentikan dan para siswa dipulangkan. Sejak peristiwa tersebut, SMAN 5 Jayapura memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan pasokan program MBG.
"Kami menghentikan penerimaan MBG sampai hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan keluar secara resmi," tegasnya.
Agustina menambahkan, hingga Rabu (5/8/2026), seluruh siswa, guru, dan staf TU yang terdampak telah pulih dan kembali beraktivitas. Proses KBM di SMAN 5 Jayapura pun sudah berjalan normal kembali. "KBM sudah kembali seperti biasa dan semua dapat diatasi dengan baik. Sampai hari ini tidak ada lagi siswa yang mengeluhkan sakit perut. Kami berharap kedatangan DPR Papua dapat memberikan kepastian serta evaluasi terhadap pelayanan MBG ke depan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Laura Rumbiak, menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Selain di SMAN 5 Angkasa Jayapura, tim Komisi V DPR Papua yang membidangi kesehatan dan pendidikan juga meninjau korban dugaan keracunan MBG lainnya di Distrik Depapre yang tengah dirawat di RSUD Yowari dan Puskesmas Sentani Kota. Di lokasi tersebut, korban terdampak meliputi anak balita, bayi, hingga ibu hamil.
"Kami mengimbau agar pengelolaan dapur MBG benar-benar memperhatikan standar higienis dan keamanan pangan. Makanan yang disajikan tidak boleh membahayakan kesehatan para penerima manfaat, baik di sekolah maupun Posyandu," tegas Dina. (*)
Editor : Lucky Ireeuw