Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Di Balik Nama Bukit Bongge, Ada Suku yang Dikisahkan Hilang Akibat Kebakaran Besar

Elfira Halifa • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:36 WIB
Kolase Foto Pemandangan Bukit Bongge yang diabadikan menggunakan drone.(Ceposonline.com/Dika)
Kolase Foto Pemandangan Bukit Bongge yang diabadikan menggunakan drone.(Ceposonline.com/Dika)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Bukit Bongge yang berlokasi tidak jauh dari Danau Emfotte atau Danau Love kini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Jayapura.

Keindahan hamparan alamnya yang memukau membuat kawasan ini viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Namun di balik pesonanya, Bukit Bongge menyimpan cerita sejarah dan memori panjang masyarakat adat setempat.

Kepala Distrik Kemtuk, Sriyati Bayani, mengatakan Bukit Bongge bukan sekadar nama sebuah kawasan wisata, melainkan ruang yang menyimpan jejak kehidupan masyarakat adat yang pernah bermukim di wilayah tersebut.

“Bongge merupakan nama suku asli yang dahulu mendiami kawasan ini. Untuk mengenang mereka, masyarakat kemudian menamai tempat ini Bukit Bongge,” ujar Sriyati kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan cerita turun-temurun, Suku Bongge pernah hidup di kawasan perbukitan tersebut sebelum akhirnya punah akibat kebakaran besar yang terjadi pada masa lampau. 

Bagi Sriyati, popularitas Bukit Bongge menghadirkan dua perasaan sekaligus. Di satu sisi, ia merasa bahagia karena keindahan alam yang selama ini hanya dinikmati masyarakat sekitar akhirnya dikenal luas. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran tentang masa depan kawasan tersebut.

"Saya bersyukur melihat orang-orang memposting keindahan bukit ini. Tapi saya juga khawatir," katanya.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Hingga kini, belum ada pengelolaan yang jelas di kawasan wisata tersebut. Fasilitas dasar seperti tempat sampah, toilet umum, maupun sistem pengawasan belum tersedia.

Menurut Sriyati, masyarakat Kampung Skoaim, Distrik Kemtuk sebenarnya memiliki keinginan untuk mulai mengelola kawasan wisata tersebut.

Namun langkah itu harus dibicarakan bersama seluruh pihak yang memiliki kepentingan karena kawasan Bukit Bongge berada di wilayah yang berbatasan dengan Distrik Ebungfao dan Sentani Timur.

Selain cerita suku yang hilang akibat kebakaran, Warga Kampung Sekori, Kopda Abner Kedubrung menyebut Bukit Bongge juga menyimpan beragam cerita yang hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

Kata Abner, di kawasan tersebut dahulu terdapat sebuah kampung tua yang kini telah berubah menjadi hutan lebat.

Selain itu, masyarakat juga meyakini adanya kisah tentang bangkai kapal besar yang pernah muncul dari dalam tanah di sekitar kawasan bukit sebelum akhirnya menghilang kembali.

Cerita lain berkaitan dengan peninggalan Perang Dunia II. "Helm dan senjata api peninggalan tentara Jepang pernah ditemukan warga di sekitar kawasan ini," katanya.

Menurut cerita para orang tua, hutan-hutan di sekitar kampung pernah menjadi tempat persembunyian tentara Jepang pada masa perang.

Sementara itu, Untuk menuju lokasi Bukit Bongge, pengunjung dapat melalui jalur Yoka Waena menuju Danau Emfotte atau Danau Love dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari Kota Jayapura. 

Setelah tiba di area Danau Emfotte, perjalanan dilanjutkan sekitar 10 menit menuju lokasi Bukit Bongge.(*)

Editor : Elfira Halifa
#papua #Kabupaten Jayapura #destinasi wisata #Ceposonline.com