CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua) menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor yang mengakibatkan jatuhnya korban.
Anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Biak Numfor, dan Supiori, Martinus Pasang, menegaskan bahwa penanganan pasca kejadian tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.
Menurut Martinus, DPR Papua bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk kader PDI Perjuangan yang berada di sekitar lokasi kejadian, telah menunjukkan kepedulian melalui aksi gotong royong dan bantuan kepada para korban terdampak.
"Secara kelembagaan maupun melalui aksi nyata di lapangan, kami berkomitmen untuk membantu para korban. Ini merupakan wujud kehadiran wakil rakyat dan kader partai yang selalu berada bersama masyarakat, terutama saat menghadapi musibah," ujar Martinus di Jayapura, Rabu (3/6/2026)
Ia menilai penanganan korban tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat juga harus memberikan perhatian serius dengan segera mengambil langkah-langkah penanganan dan pemulihan bagi para korban.
Martinus menyoroti bahwa insiden tersebut tidak terlepas dari masih minimnya fasilitas pendukung yang tersedia bagi para nelayan. Keterbatasan sarana tersebut, kata dia, kerap memaksa masyarakat pesisir mengambil risiko tinggi dalam menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Pemerintah perlu menghadirkan sarana melaut yang aman dan memadai sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi risiko-risiko berbahaya dalam mencari nafkah," katanya.
Untuk itu, ia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor guna memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Papua.
Menurutnya, berbagai program strategis nasional yang menyasar masyarakat nelayan, seperti Program Kampung Nelayan, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan tradisional, khususnya di wilayah pesisir Papua.
"Program-program strategis nasional seperti Kampung Nelayan harus menjadi solusi nyata dalam menyediakan bantuan dan fasilitas yang dibutuhkan nelayan tradisional di Papua, terutama di wilayah pesisir Biak," ujarnya.
Martinus menegaskan DPR Papua akan terus mengawal proses penanganan korban sekaligus mendorong lahirnya kebijakan konkret dari kementerian terkait untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan di Papua.
"Kami berharap peristiwa ini menjadi perhatian semua pihak agar sektor kelautan dan perikanan di Papua memperoleh dukungan yang memadai, sehingga keselamatan dan kesejahteraan nelayan dapat lebih terjamin," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw