Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Dinamika Pencalonan Ketua ASPROV PSSI Papua Memanas! Tiga Nama Ini Mencuat ke Publik

Yohanes Palen • Jumat, 24 April 2026 | 12:13 WIB
Matius Fakhiri, Jack Komboy dan Abisai Rollo. (DOK CEPOSONLINE)
Matius Fakhiri, Jack Komboy dan Abisai Rollo. (DOK CEPOSONLINE)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA –
Dinamika pencalonan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua kian memanas jelang proses pemilihan yang akan digelar pada bulan Juli 2026 mendatang.
 
Sejumlah nama mulai mencuat ke publik dan ramai diperbincangkan, baik di media sosial maupun di kalangan pecinta sepak bola di Tanah Papua.
 
Dari berbagai sumber yang berkembang, setidaknya terdapat tiga figur kuat yang kini santer disebut-sebut akan maju dalam bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Papua. 
 
Ketiganya dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta jaringan yang mumpuni untuk memimpin organisasi sepak bola tertinggi di tingkat Provinsi Papua tersebut.
 
Nama pertama yang mencuat adalah Abisai Rollo. Pria yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Jayapura itu telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pencalonan Ketua Asprov PSSI Papua.
 
Sosok yang akrab disapa ABR ini bukan nama baru di dunia olahraga Papua.
 
Ia tercatat aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua Harian Persipura Jayapura, Ketua KONI Kota Jayapura, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Papua, serta Ketua Pengprov IPSI Papua. 
 
Selain itu, ABR juga pernah menjabat sebagai manajer Persipura dalam dua musim Liga 2 (2023/2024 dan 2024/2025). sebelum kemudian beralih menjadi Ketua Harian.
 
Pada musim Kompetisi Liga 2 2024/2025, ABR juga merangkap jabatannya di tim Persipura sebagai manajer dan Ketua Panpel.
 
Dilevel junior, ABR juga pernah mendampingi Tim Persipura U-19 sebagai manajer.
 
Di bidang politik, ABR juga dikenal sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Jayapura, serta pernah menjabat sebagai Ketua DPRK Kota Jayapura selama tiga periode.
 
Setelah nama Abisai Rollo mencuat lebih awal, dalam sepekan terakhir muncul figur lain yakni Kamasan Jacob Komboy atau yang akrab disapa Jack Komboy.
 
Ia merupakan legenda hidup Persipura yang memiliki rekam jejak panjang di dunia sepak bola Papua.
 
Pengalaman Jack Komboy dinilai tidak diragukan lagi. Selain pernah menjadi pemain yang disegani, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persipura pada Liga 2 musim 2022, serta Panpel PSBS Biak di Liga 1 musim 2025.
 
Di dunia organisasi, ia pernah menjadi anggota Exco PSSI Papua pada masa kepemimpinan Benhur Tomi Mano (BTM). 
 
Jack Komboy juga aktif sebagai Presiden Heijnis Football Club sejak 2012 hingga sekarang. 
 
Sementara di bidang politik, ia pernah menjabat sebagai anggota DPR Papua periode 2009–2024 dari Partai Hanura.
 
Sosok ketiga yang turut mencuat adalah Mathius D. Fakhiri. 
 
Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat sebagai Gubernur Papua ini dikenal memiliki komitmen kuat dalam pembinaan sepak bola di daerah.
 
Dimasa mudanya Mathius Fakiri pernah tinggal di Banjarmasin dan bergabung menjadi pemain sepakbola Peseban (Persatuan Sepakbola Banjarmasin).
 
Fakhiri aktif mendorong pembinaan usia dini, salah satunya dengan membuka Liga TopSkor Papua untuk kategori usia 10 dan 12 tahun pada akhir 2025. 
 
Ia juga dikenal dekat dengan berbagai elemen sepak bola, termasuk mantan pemain dan pengurus klub, dalam upaya memajukan olahraga ini di Bumi Cenderawasih.
 
Dalam berbagai kesempatan, Fakhiri menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan organisasi sepak bola, serta mendorong agar Asprov PSSI Papua dipimpin oleh figur yang fokus pada pembinaan, kompetisi, dan tata kelola yang baik.
 
Munculnya tiga nama besar ini membuat bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Papua semakin menarik perhatian publik.
 
Ketiganya dinilai memiliki visi besar untuk membenahi tata kelola sepak bola Papua, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi lokal, hingga peningkatan prestasi di level nasional.
 
Isu transparansi, profesionalisme, serta konsolidasi organisasi juga menjadi sorotan utama dalam kontestasi kali ini.
 
Sejumlah pengamat menilai, pemilihan Ketua Asprov Papua merupakan momentum penting untuk menentukan arah masa depan sepak bola Papua yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung talenta terbaik di Indonesia.
 
Dukungan terhadap para kandidat pun mulai bermunculan, baik dari klub, akademi sepak bola, hingga komunitas suporter. 
 
Meski demikian, proses resmi pencalonan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan munculnya nama-nama baru.
 
Publik berharap proses pemilihan dapat berlangsung secara demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi sportivitas. 
 
Hal ini dinilai penting agar kepemimpinan yang terpilih benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi perkembangan sepak bola Papua.
 
Dengan semakin menguatnya dukungan terhadap tiga kandidat yang mencuat, bursa pencalonan Ketua Asprov PSSI Papua dipastikan akan berlangsung kompetitif hingga hari pemilihan tiba.
 
Sementara itu syarat calon ketua sudah diatur dalam Status PSSI yang baru.
 
Statuta baru itu, antara lain mensyaratkan usia minimal 28 tahun (sebelumnya 30 tahun), domisili dalam Provinsi yang bersangkutan.
 
Lalu, berkecimpung di sepakbola Tiga tahun (semula Lima tahun), tidak dalam terkena putusan pidana dan didukung minimal 1 dari Anggota.
 
Kemudian syarat lain yng harus dipenuhi adalah sebagai Warga Negara Indonesia yang berdomisili di wilayah Papua.
 
Kemudian mendapat dukungan tertulis dari Anggota Asprov PSSI Papua (klub anggota atau Askab/Askot. (*).
Editor : Yohanes Palen
#ASPROV #matius fakhiri #papua #Abisai Rollo