Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Di Yahukimo, 100 Anak Muda Direkrut Jadi Anggota KKB

Yohanes Palen • 2026-01-02 14:38:28
Kepala Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Kepala Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani (CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Ratusan anak muda di Kabupaten Yahukimo kini diduga direkrut menjadi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kini wilayah tersebut kini disebut sebagai pusat eskalasi kekerasan di Papua, menyusul terungkapnya fakta perekrutan ratusan anak muda oleh kelompok bersenjata tersebut.

Kepala Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz, Faizal Ramadhani mengatakan, gangguan keamanan akibat aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo kian mengkhawatirkan. 

 "Jadi informasi yang kami dapat ada 100 an anak muda yang direkrut,"ungkap Faizal Ramadhani saat rilis akhir tahun di Mapolda Papua, Rabu (31/12/2025).

Kata, Faizal Ramadhani bahwa, dalam satu tahun terakhir Yahukimo mencatat angka kejadian gangguan keamanan tertinggi dibandingkan daerah lain di wilayah hukum Polda Papua.

"Dalam satu tahun terakhir ini, Yahukimo menjadi daerah dengan angka kejadian KKB paling tinggi. Selain itu Kabupaten Puncak dan Intan Jaya juga masih menjadi wilayah rawan,"ujar Faizal.

Sambung Faizal bahwa, hasil pendalaman intelijen dan keterangan dari para tersangka mengungkap bahwa KKB diduga telah merekrut sekitar 100 anak muda di wilayah Yahukimo. 

Perekrutan ini dilakukan untuk menjadi anggota KKB sehingga tidak heran dengan jiwa muda yang memiliki emosi labil kerap berulah dan langsung menghilang.

 "Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Ada begitu banyak anak muda yang tidak melanjutkan pendidikan, tidak memiliki lapangan pekerjaan, dan tidak mendapatkan pembinaan yang memadai,"tegasnya.

Ia mengungkapkan, hingga 25 Desember 2025 atau bertepatan dengan hari Natal, tercatat sekitar 35 orang meninggal dunia akibat rangkaian aksi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut. 

Jumlah ini dinilai sangat signifikan dan menjadi perhatian serius pimpinan Polri.

 “Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan Pejabat Utama Mabes Polri untuk menanggapi kondisi ini,"beberbya.

Faizal menjelaskan, eskalasi aksi KKB mencapai puncaknya pada pertengahan November 2025. 

Namun, situasi mulai menunjukkan penurunan setelah aparat berhasil menangkap salah satu pimpinan KKB,

Junior Bocor Sobolim. 

"Sejak penangkapan Junior Bocor Sobolim, secara data memang terjadi penurunan kejadian yang cukup signifikan,"jelasnya.

Selain itu, aparat juga mengamankan beberapa anggota KKB lainnya, yang turut berkontribusi menekan intensitas gangguan keamanan. 

Meski demikian, hingga menjelang Natal, aksi kekerasan masih terjadi di beberapa lokasi. 

"Bahkan beberapa hari lalu masih terjadi penembakan. Meski mengakibatkan luka dan bukan korban jiwa, peristiwa ini tetap menjadi perhatian kami," tambahnya.

Fakta yang paling mengkhawatirkan, menurut Brigjen Faizal, adalah profil pelaku yang didominasi usia muda. 

Berdasarkan data penangkapan dan hasil intelijen, sebagian besar pelaku berusia di bawah 21 tahun. 

"Dari data yang kami peroleh, rata-rata pelaku ini usianya di bawah 21 tahun,"tutup Faizal Ramadhani. (*).

Editor : Yohanes Palen
#KKB #Faizal #yahukimo #papua #Ceposonline.com