CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Puluhan generasi muda peduli lingkungan mengkritisi niatan Presiden Prabowo terkait rencana pembukaan lahan perkebunan sawit di Papua. Menariknya, kritikan tersebut disampaikan dari dusun sagu yang menjadi simbol benteng ketahanan pangan bagi masyarakat Papua.
"Kalau kami bilang, sawit ini untuk siapa? yang dibutuhkan masyarakat di Papua apalagi Orang Asli Papua adalah sagu, bukan sawit. Ini semua hanya untuk kepentingan pusat saja," kata Jimi Ondi, Ketua Sanggar Sari, Robongholo di Sentani, Sabtu (20/12/2025).
Dikatakan sagu sudah sejak nenek moyang digunakan untuk bahan makanan dan jika orang tua dulu masuk ke kebun sagu, saat pulang maka ia akan mendapati bahan makanan. Sawit tidak.
Penerima Kalpataru, Alex Waisimon juga sepakat. "Yang kami inginkan hutan tetap terjaga, hutan merupakan mama bagi kami orang Papua," katanya. "Kami minta doa dan dukungan dari teman-teman semua, kami sedang berjuang (menolak sawit)," ucap Alex.
Kelompok lain menuliskan aspirasi mereka di kertas. Ada yang menulis: Lumpur Aceh dan Sumatera belum kering, malah bicara Sawit di Papua. Nurani anda kemana?. Ada juga yang mencatat bahwa bencana di Aceh Sumatera tak ditetapkan sebagai bencana nasional, jangan-jangan pemerintahlah yang justru bencana itu. "Papua Are Enough and Able Papua Isn't Palm Oil," tulis Leora Manurung. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser