Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pelatihan Aksesoris Etnik, Cara Dekranasda Kabupaten Intan Jaya Dorong Kemandirian Mama-Mama Papua

Theresia F. Tekege • Senin, 22 Juni 2026 | 14:25 WIB
 Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini saat melatih mama-mama Intan Jaya membuat aksesoris Etnik.  (CEPOSONLINE.COM/HUMAS Dekranasda Intan Jaya).
Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini saat melatih mama-mama Intan Jaya membuat aksesoris Etnik. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS Dekranasda Intan Jaya).

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  – Sebanyak 50 mama-mama asli Papua dari delapan distrik di Kabupaten Intan Jaya mengikuti Pelatihan Pembuatan Aksesoris Etnik yang digelar oleh Dekranasda Kabupaten Intan Jaya di Aula Bappeda, Senin–Selasa (22–23/6/2026).

 Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang terus didorong pemerintah daerah.

Sejak hari pertama, suasana pelatihan terlihat hangat dan penuh semangat. Para mama Papua tampak antusias merangkai berbagai bahan menjadi aksesoris etnik seperti mahkota, sirkam, anting, gelang, hingga kalung, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang melekat dalam setiap karya.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah Dekranasda Kabupaten Intan Jaya dalam memberdayakan perempuan Papua agar tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing di pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Kabupaten Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini, mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap bahan-bahan lokal yang selama ini dianggap sederhana menjadi produk bernilai jual tinggi.

“Kita ingin mengubah bahan-bahan yang selama ini dianggap biasa menjadi sesuatu yang menarik, indah dilihat, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian hasil karya mama-mama tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga dapat dikenal hingga tingkat nasional,” ujar Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini saat memberikan sambutan di acara pembukaan pelatihan Pembuatan Aksesoris Etnik. 

Ia menambahkan, mama-mama Papua sebenarnya telah memiliki kemampuan dasar dalam mengolah kerajinan tangan dari bahan alam. Melalui pelatihan ini, kemampuan tersebut terus ditingkatkan agar lebih kreatif, rapi, dan memiliki nilai tambah tanpa meninggalkan identitas budaya.

“Selama ini mama-mama sudah terbiasa membuat kerajinan dari bahan alam. Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan kualitas, tampilan, dan nilai tambahnya sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga,” katanya.

 Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini saat melatih mama-mama Intan Jaya membuat aksesoris Etnik.  (CEPOSONLINE.COM/HUMAS Dekranasda Intan Jaya).
 Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini saat melatih mama-mama Intan Jaya membuat aksesoris Etnik.  (CEPOSONLINE.COM/HUMAS Dekranasda Intan Jaya).

Menurutnya, berbagai bahan seperti serat alam, benang, bunga anggrek, dan bahan lokal lainnya dapat diolah menjadi aksesoris etnik yang bernilai seni sekaligus bernilai ekonomi jika dikemas dengan kreativitas dan inovasi.

“Hal yang terlihat biasa bagi kita bisa menjadi sangat berharga di mata orang lain jika dikemas dengan baik. Karena itu mama-mama harus terus belajar, berani berkreasi, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di kampung-kampung.

“Saya mengapresiasi Dekranasda Kabupaten Intan Jaya yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi mama-mama. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan baik dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Elias.

Ia juga berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri di masing-masing distrik.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menjaga budaya kita tetap hidup, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Karena itu saya berharap apa yang dipelajari selama pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan di masing-masing distrik,” ujarnya.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Intan Jaya, Elias Igapa, didampingi Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli Elisabeth Kudiai Maisini, serta Wakil Ketua Dekranasda Ny. Melince Tipagau Igapa. Hadir pula perwakilan OPD, tokoh perempuan, serta narasumber yang dihadirkan, yakni pengrajin kreatif dari Papua Tengah.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Intan Jaya berharap mama-mama Papua semakin percaya diri dalam mengembangkan kreativitas, sehingga mampu menghasilkan produk aksesoris etnik khas Intan Jaya yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga berdaya saing dan bernilai ekonomi.

“Harapan kami, mama-mama tidak berhenti sampai di sini. Ilmu yang didapat hari ini bisa dikembangkan menjadi usaha kecil, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan keluarga dan kebanggaan Intan Jaya,” tutup Ketua Dekranasda Intan Jaya, Ny. Nelli E. Kudiai Maisini. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Papua Tengah #INTAN JAYA #Ceposonline.com