Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarakat Adat Senggi Dukung Program Cetak Sawah Rakyat

E
Penulis: Erianto Pasae❯
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Senggi, pada Jumat (19/6/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Senggi, pada Jumat (19/6/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Masyarakat adat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, sangat antusias menyambut program cetak sawah rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Program strategis di bidang ketahanan pangan ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat di masa mendatang.

Antusiasme dari masyarakat adat tersebut ditunjukkan secara langsung dalam kunjungan kerja Bupati Keerom, Piter Gusbager, ke Distrik Senggi pada Jumat (19/6/2026).

Advertisement

Melalui program ini, Kabupaten Keerom mendapatkan alokasi pembukaan lahan persawahan dengan kuota total mencapai 15.000 hektare. Khusus untuk wilayah Distrik Senggi, direncanakan akan dibuka lahan sawah seluas 9.381 hektare.

Perwakilan masyarakat adat dari tujuh marga (keret), Matias Mangu, menegaskan bahwa seluruh warga telah menyepakati rencana pembukaan lahan persawahan tersebut.

Program ini dipandang sebagai peluang yang sangat besar untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah agar tidak tertinggal.

Advertisement

"Kami dari tujuh keret menyetujui program cetak sawah ini. Ini adalah kesempatan besar bagi kami untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik agar Distrik Senggi tidak ketinggalan,” Matias kepada Cenderawasih Pos.

“Kami sangat mendukung. Program ini harus berjalan sukses, berhasil, dan ada keberlanjutannya," sambungnya.

Dukungan serupa juga dinyatakan oleh anggota Komisi C DPRK Keerom, Yahyah Sauri yang menyebutkan bahwa program ini berasal dari instruksi pemerintah pusat kemudian diteruskan kepada Gubernur dan dilaksanakan oleh Bupati Keerom.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRK Keerom itu menegaskan, keterlibatan pemerintah dalam program ini sebatas memfasilitasi pembukaan lahan secara gratis. Hak kepemilikan atas tanah sawah beserta seluruh hasil panennya nanti akan tetap sepenuhnya menjadi milik masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

Di usianya yang semakin senja, Matias Bunai masih memiliki semangat untuk terus bekerja dan menanam. 

IDAPS Ditantang Cetak Kader Dosen dan Pemimpin 

IDAPS Ditantang Cetak Kader Dosen dan Pemimpin 

Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Otsus, Soleman Jambormias, menantang pengurus Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) periode 2026–2

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer