Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

87 Tahun Injil Masuk Tanah Papua: Sukacita Iman Menggema dari Enarotali

Agung Trihandono • 2026-01-15 14:00:59

 

Ribuan umat KINGMI dari sepuluh klasis di Koordinator Paniai memadati Lapangan Karel Gobai, Enarotali, untuk mengikuti ibadah syukur, Selasa, 13 Januari 2026. (Ceposonline.com/istimewa)
Ribuan umat KINGMI dari sepuluh klasis di Koordinator Paniai memadati Lapangan Karel Gobai, Enarotali, untuk mengikuti ibadah syukur, Selasa, 13 Januari 2026. (Ceposonline.com/istimewa)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Dentuman musik rohani menggema, berpadu dengan lantunan puji-pujian syukur yang dinaikkan dengan penuh sukacita. Suasana penuh kegembiraan itu mengiringi peringatan Hari Ulang Tahun ke-87 Masuknya Injil di Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua.

Ribuan umat KINGMI dari sepuluh klasis di Koordinator Paniai memadati Lapangan Karel Gobai, Enarotali, untuk mengikuti ibadah syukur yang dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Sejak pagi hari, umat berdatangan dari berbagai wilayah, menyatu dalam satu perayaan iman yang sarat makna sejarah dan pengharapan.

Sukacita perayaan ini dikemas melalui berbagai persembahan pujian, tarian, serta fragmen singkat yang menggambarkan perjalanan masuknya Injil ke Tanah Paniai 87 tahun silam.

Momentum ini sekaligus menjadi ruang refleksi untuk mengenang para perintis Injil yang dengan penuh pengorbanan datang membawa terang Kristus ke wilayah pedalaman Papua pada tahun 1939.

Ibadah syukur ini dilaksanakan dengan dua tujuan utama. Pertama, sebagai ungkapan syukur atas karya dan penyertaan Tuhan bagi umat-Nya di Tanah Paniai dan Tanah Papua secara keseluruhan.

Kedua, sebagai upaya memupuk persatuan, kesatuan, serta keutuhan Gereja Kemah Injil KINGMI se-Koordinator Paniai, agar tetap berdiri kokoh dalam satu iman dan pelayanan.

Perayaan HUT Masuknya Injil ke-87 ini mengusung tema “Roh Tuhan Yesus Telah Mengurapi Aku”, dengan subtema “Melalui Hari Ulang Tahun Masuknya Injil yang ke-87 ini, Kita Diurapi Tuhan untuk Memenangkan Pemberitaan Injil Kristus di Tanah Papua.”

Tema ini menjadi pengingat akan panggilan gereja untuk terus setia memberitakan Injil, dari kota hingga ke pelosok-pelosok terpencil.

Ribuan umat KINGMI dari sepuluh klasis di Koordinator Paniai memadati Lapangan Karel Gobai, Enarotali, untuk mengikuti ibadah syukur, Selasa, 13 Januari 2026. (Ceposonline.com/istimewa)
Ribuan umat KINGMI dari sepuluh klasis di Koordinator Paniai memadati Lapangan Karel Gobai, Enarotali, untuk mengikuti ibadah syukur, Selasa, 13 Januari 2026. (Ceposonline.com/istimewa)

Dalam renungan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pendeta Gerald Gobai, para hamba Tuhan di wilayah Koordinator Paniai diajak untuk tidak jemu dan tidak takut dalam mengabarkan Injil.

Ia menegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyertai setiap pelayanan, khususnya dalam menjangkau mereka yang belum pernah mendengar kabar keselamatan. “Jangan takut melayani di tempat yang sulit, karena Tuhan sendiri yang memimpin pelayanan itu,” pesannya.

Sebagai simbol kebersamaan antara gereja dan pemerintah, perayaan ibadah syukur ini juga ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan secara bersama-sama oleh unsur pimpinan gereja dan pemerintah daerah.

Momentum tersebut menegaskan komitmen bersama dalam membina kehidupan rohani, mental, dan sosial masyarakat. Selain itu, dibacakan pula sejarah singkat masuknya Injil di Paniai, sebagai pengingat perjalanan iman yang panjang dan penuh pengorbanan.

Dari sisi organisasi, Gereja Kemah Injil KINGMI di Tanah Papua telah mengalami berbagai dinamika dan perubahan, termasuk empat kali perubahan nama gereja dari masa ke masa. Meski demikian, pelayanan Injil tidak pernah terhenti dan terus berkembang hingga saat ini. Semua itu diyakini sebagai buah dari kasih karunia dan penyertaan Tuhan, sehingga pekabaran Injil tetap bertumbuh hingga memasuki usia ke-87 pada tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paniai, Yampit Nawipa, yang juga merupakan warga Gereja KINGMI di Tanah Papua, menyampaikan harapannya agar ke depan tidak lagi dilakukan pemekaran klasis maupun pembentukan koordinator baru.

Menurutnya, fokus pelayanan perlu diarahkan pada penguatan pelayanan kepada umat yang sudah ada, agar pembinaan iman dapat berjalan lebih maksimal. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial di sektor keagamaan secara tepat sasaran, khususnya untuk pembinaan mental dan spiritual masyarakat Paniai.

Sejarah mencatat bahwa Injil pertama kali masuk ke Iyaitaka, Paniai, melalui pelayanan Pendeta Russell Deibler dan Tuan Pos pada tahun 1939. Dari titik awal itulah, Injil terus diberitakan dan menyebar ke seluruh Tanah Papua.

Dengan semangat peringatan 87 Tahun Pekabaran Injil, umat KINGMI dari sepuluh klasis di Koordinator Paniai mengajak seluruh jemaat untuk terus menyalakan api penginjilan—menjangkau mereka yang belum terjangkau, dan tetap setia membawa terang Kristus bagi Tanah Papua. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Injil #Papua Tengah #Ceposonline.com #KINGMI