Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Air Mata Rakyat Intan Jaya Dibawa ke Jakarta, Donatus Mote: Semoga Jadi Mata Air Kehidupan

Theresia F. Tekege • 2025-10-03 20:24:33

 

Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Tengah, Donatus Mote foto bersama dengan perwakilan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua yang mengenakan busana adat saat menyerahkan aspirasi di Jakarta.
Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Tengah, Donatus Mote foto bersama dengan perwakilan Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua yang mengenakan busana adat saat menyerahkan aspirasi di Jakarta.

CEPOSONLINE.COM, JAKARTA – Sebuah noken anyaman sederhana dipikul oleh perwakilan mahasiswa dan rakyat Papua dari Intan Jaya saat melangkah masuk ke gedung-gedung negara di Jakarta. Isi noken itu bukan hasil bumi atau buah tangan dari kampung, melainkan simbol derita rakyat Intan Jaya air mata, luka, dan harapan.

 

Dari tanah berkabut pegunungan Intan Jaya hingga ke pusat ibu kota, perjalanan itu ditempuh dengan satu tujuan yakni menyampaikan jeritan rakyat pemilik negeri emas. 

 

Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Tengah, Donatus Mote, menyebut noken tersebut sebagai lambang perjuangan rakyat yang tak boleh diabaikan.

 

“ Semoga Noken Air Mata Derita menjadi Noken Mata Air Kehidupan di Bumi Intan Jaya,” ungkap Donatus pada Jumat, (3/10/2025), usai mendampingi perwakilan mahasiswa dan rakyat Papua dari Intan Jaya menyerahkan aspirasi ke pemerintah pusat.

 

Menurut Donatus, masyarakat Intan Jaya sejak lama hidup damai bersama alam dan bersahabat dengan tanah, air, serta hutan. Namun kehadiran negara dengan rencana eksploitasi emas justru memunculkan luka baru yakni konflik bersenjata dan bunyi senjata yang menggema, hingga jalan panjang pengungsian.

 

“Bunyi senjata di tanah emas seperti irama musik yang mengiringi tangisan rakyat. Fakta ini akan tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari kepentingan elit yang tak tampak wajahnya, tapi nyata dalam politik,” ujarnya.

 

Perjalanan mahasiswa ke DPR Papua Tengah hingga Jakarta adalah wujud nyata keberanian generasi muda. 

 

“ Mereka bukan hanya bicara, tapi memikul “noken derita” rakyat melewati gunung, lembah, dan jarak ribuan kilometer untuk sampai ke rumah-rumah rakyat di pusat kekuasaan,” tukas Mote. 

 

Aspirasi itu kini sudah tersampaikan ke Menteri ESDM RI (2 Oktober 2025), diteruskan ke DPD RI, dan juga dilaporkan ke Komnas HAM RI (3 Oktober 2025).

 

“Bersama 10 mahasiswa, DPR Papua Tengah lewat Tim Advokasi Penolakan Blok Wabu menyerahkan noken berisi tangisan sekaligus harapan itu. Kami ingin derita ini benar-benar dimaknai agar bisa berubah menjadi kehidupan,” tegas Donatus.

 

Di akhir penyampaiannya, Donatus menyampaikan apresiasi kepada Ketua Tim Advokasi Henes Sondegau, Sekretaris Tim John NR Gobai, serta seluruh anggota DPR Papua Tengah dan mahasiswa yang ikut berjuang.

 

“ Sekian ribu derita dan tangis kami titipkan. Tuhan sayang kitorang semua,” pungkas Mote. (*)

Editor : Agung Trihandono
#blok wabu #mahasiswa #Papua Tengah #INTAN JAYA #Ceposonline.com #rakyat papua