Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Di Papua Tengah Setiap Kamis Harus Berbahasa Daerah dan Gunakan Noken

Theresia F. Tekege • 2025-11-04 15:29:24
Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Naomi Kotouki saat diwawancarai di kantor DPR Papua Tengah, Selasa, (4/11/2025). (CEPOSONLINE.COM/THERE)
Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Naomi Kotouki saat diwawancarai di kantor DPR Papua Tengah, Selasa, (4/11/2025). (CEPOSONLINE.COM/THERE)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE- Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah mencanangkan program “Kamis Berbahasa Daerah dan Noken”. Program ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Komisi V DPR Papua Tengah.

Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Naomi Kotouki, menyebut program tersebut merupakan langkah positif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

“ Kami dari Komisi V yang membidangi pendidikan dan kesehatan sangat mendukung program Dinas Pendidikan ini. Dengan adanya kewajiban berbahasa daerah dan menggunakan noken setiap Kamis, anak-anak akan belajar mencintai serta menjaga budaya mereka sendiri,” ujar Naomi saat diwawancarai media ini di kantor DPR Papua Tengah, Selasa, (4/11/2025). 

Naomi berharap program ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar diterapkan di semua sekolah di Papua Tengah. Ia juga mendorong agar pihak sekolah menetapkan jadwal khusus yang jelas sehingga peserta didik dapat menjalankan program ini secara disiplin.

“ Kalau pihak sekolah sudah menetapkan jadwalnya, anak-anak pasti akan mematuhi. Program ini sangat baik agar mereka tidak melupakan bahasa dan budaya daerah,” tambahnya.

Naomi juga mengajak para guru, siswa, dan seluruh masyarakat pendidikan untuk mendukung gerakan ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam melestarikan budaya Papua.

“ Anak-anak kita harus tumbuh dengan kebanggaan terhadap budaya mereka sendiri. Melalui pendidikan, kita bisa menjaga dan meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya,” lugas Kotouki.

Ia menegaskan menjaga bahasa dan budaya daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Papua.

“ Jadi ya, Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Karena di dalam bahasa dan budaya itulah jati diri kita sebagai orang Papua yang hidup di Papua dan dikenal dunia,” pungkasnya. (*).

 

 

Editor : Abdel Gamel Naser
#Papua Tengah #dinas pendidikan #Noken