CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap transformasi digital. Karena itu, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjunjung tinggi kode etik sekaligus memanfaatkan layanan E-Kinerja BKN sebagai instrumen untuk meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan publik.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah pada kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (Kode Etik ASN) dan Peraturan Kepala BKN Nomor 2 Tahun 2026 tentang Layanan E-Kinerja BKN yang digelar di Kabupaten Mimika, Rabu (29/7/2029.
Dalam sambutan tersebut, Victor Fun menegaskan bahwa sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus memiliki integritas moral yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, setiap ASN dituntut tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Fondasi utama pengabdian kita adalah kepatuhan terhadap kode etik dan kode perilaku ASN yang berlandaskan Core Values BerAKHLAK,” kata Victor Fun saat membacakan sambutan Gubernur.
Ia menjelaskan, nilai-nilai berakhlak, yakni berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif harus menjadi pedoman bagi setiap ASN dalam bekerja.
“ Penerapan kode etik tersebut tidak hanya berlaku di lingkungan pemerintahan, tetapi juga tercermin dalam sikap ASN saat berorganisasi, bermasyarakat, hingga membangun hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja,” lugas Fun.
Selain memperkuat integritas, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus mendorong penerapan sistem E-Kinerja BKN sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan transformasi digital di lingkungan pemerintahan.
“Melalui sistem digital ini, setiap Sasaran Kinerja Pegawai dapat direncanakan, dimonitor, dan dievaluasi secara transparan, objektif, serta terukur. E-Kinerja juga menjadi instrumen penting dalam penilaian akuntabilitas dan pemberian tunjangan yang adil bagi pegawai,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan E-Kinerja bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk mewujudkan birokrasi yang modern, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin baik.
Dalam kesempatan itu, Victor Fun juga menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh ASN di Papua Tengah. Ia mengingatkan agar setiap pegawai menjadikan kode etik sebagai pedoman moral dalam setiap pengambilan keputusan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jadikan kode etik sebagai pedoman moral dalam mengambil keputusan dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Manfaatkan aplikasi E-Kinerja secara tertib, disiplin, dan tepat waktu dalam melaporkan aktivitas serta capaian kerja,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh ASN meninggalkan pola kerja lama yang lambat dan beralih menuju budaya kerja digital yang lebih cepat, efektif, transparan, dan akuntabel, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Victor Fun mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun birokrasi yang bersih, melayani, dan terpercaya sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
“Mari kita bersama-sama membangun birokrasi yang bersih, melayani, dan terpercaya demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat yang kita cintai,” tutup Victor Fun. (*)
Editor : Lucky Ireeuw