CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjalankan pembangunan pada tahun anggaran 2026 di tengah tantangan efisiensi anggaran yang cukup signifikan.
“ Fokus utama diarahkan pada pemenuhan layanan dasar masyarakat melalui program prioritas di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan dan pesisir,” ujar Pj. Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule saat diwawancarai di halaman Guestt House Nabire, Senin, (30/3/2026).
Sumule, menyebutk bahwa APBD tahun 2026 berada di kisaran Rp2,8 triliun.
“Ada ide dan gagasan besar dari Pak Gubernur yang tertuang dalam visi dan misi. Dari sana, kita terjemahkan jadi tiga, yakni program prioritas gubernur, program wajib, dan program inovasi,” ujar Silwanus.
“Tiga bulan pertama kita lakukan evaluasi untuk melihat apakah program sudah berjalan atau belum. Kalau belum maksimal, kita percepat. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, hingga akhir tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Papua Tengah, Eliezer Yogi, mengungkapkan bahwa penurunan anggaran juga terjadi secara nasional.
Jika sebelumnya APBD Papua Tengah dapat mencapai Rp4 hingga Rp5 triliun, pada 2026 mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar Rp2 triliun lebih akibat kebijakan efisiensi.
“Sekitar 50 persen anggaran mengalami efisiensi. Tantangannya adalah bagaimana kita memaksimalkan anggaran yang terbatas ini agar program prioritas tetap terlaksana. Kehadiran pemerintah provinsi adalah untuk melayani dan memberdayakan masyarakat,” tambah Yogi.
Pemerintah juga tetap memberikan perhatian pada pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dan keagamaan melalui bantuan hibah.
“Kita juga memberikan bantuan hibah kepada lembaga keagamaan seperti gereja dan masjid agar dapat membantu pemberdayaan masyarakat,” tutup Kepala Bapperida Papua Tengah, Eliezer Yogi. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser