CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Honda Developmental Basketball League (DBL) with Kopi Good Day 2026 Papua kini sampai pada partai puncak.
Kategori putra mempertemukan SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura dengan SMA John 23 Merauke. Sekaligus mengulang final tahun 2012 dan 2019.
SMA TB (julukan SMA Teruna Bakti) lolos ke final setelah menang 71-53 atas SMAN 4 Jayapura di babak fantastic four. Sebaliknya, SMA John menang secara dramatis atas SMAN 1 Mimika.
Partai final berlangsung di GOR Waringin Kota Jayapura, Jumat (6/2/2026). Final diprediksi berjalan sengit, mengingat kedua tim sama-sama menunjukkan performa apik. Apalagi keduanya kerap tampil di partai final.
Sejak 2009, SMA TB dan SMA John telah bertemu sebanyak 2 kali. Tahun 2012, SMA TB berhasil tampil ke partai final untuk pertama kalinya. Sayang mereka takluk dari anak-anak Kota Rusa.
Mereka kembali dipertemukan di final 2019, kali ini giliran SMA TB yang mengangkat trophy juara pertama mereka.
Tahun ini, takdir kembali mempertemukan mereka. Sekaligus menegaskan siapa yang terbaik di antara mereka.
Final kali ini merupakan yang ke-6 bagi SMA TB dengan 3 kali meraih gelar juara (2019, 2023, 2023) dan 2 kali sebagai runner up (2012 dan 2025). Tahun ini, TB berambisi mengangkat trophy juara yang ke-4.
Namun TB haru hati-hati, sebab mereka menghadapi lawan yang tak mudah. SMA John juga memiliki catatan apik saat tampil di final. Mereka bahkan menjadi satu-satunya klub putra yang sukses meraih three peat (2013-2015).
“Kami sudah dua kali ketemu SMA John di final, dan kami pastikan tahun ini kami juara yang keempat,” ungkap pelatih TB, Rizaldi Angrianto.
Ia bahkan mengaku sudah mengantongi kekuatan dari calon lawan dan siap meredam pemain kunci dari SMA John.
“Ada beberapa catatan yang kami miliki soal lawan. Saya sudah tahu mana yang perlu kami antisipasi. Kami sangat yakin bisa menang di final,” pungkasnya.
Kemudian pelatih Basket SMA John, Evander mengaku final ini penuh emosional bagi dirinya.
“Saat final 2019 kami kalah, saat itu saya masih jadi pemain. Dan kami kembali bertemu di final. Semoga anak-anak bisa fokus dan meraih kemenangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemainnya agar hati-hati, sebab SMA TB mendapatkan dukungan penuh dari pendukung mereka.
“Lawan kita sangat kuat dan menjadi tuan rumah. Namun kami juga datang jauh-jauh untuk meraih gelar juara,” tutupnya.
Kemudian pada sektor putri, sang juara bertahan akan menghadapi basket putri SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura.
Ini kali ketujuh Smasis (julukan SMA Asisi Sentani tampil pada partai final. Sekaligus bertekad meraih gelar juara ketujuh.
Smasis lolos ke final usai mengandaskan langkah Smansa Merauke dengan skor 80-43 pada babak fantastic four.
Sebaliknya, SMA TB (julukan SMA Teruna Bakti) menggenggam tiket final usai menang besar 69-40 atas SMAN 1 Sentani.
Pelatih basket putri SMA TB, Doreanci menegaskan bahwa kemenangan adalah harga yang tak bisa ditawar lagi. Sekaligus memutus dominasi Smasis sebagai peraih gelar juara terbanyak.
“Di final kami akan fight, kami berikan perlawanan. Target kami masuk final dan juara,” ungkap Doreanci.
Senada dengan itu, sang kapten, Lia Soviana juga ingin memberikan prestasi bagi sekolah mereka di ujung penampilan mereka di DBL Series Papua.
“Pemain saat ini banyak yang sudah kelas 12, sehingga kami sangat ingin juara,” ujarnya.
Ia juga mengaku tak gentar dengan anak-anak Smasis. Ia sangat percaya diri bisa memberikan kejutan dalam partai final.
“Mereka (Smasis) berpengalaman tapi kami juga sudah latihan banyak dan pengalaman di iven-iven lainnya. Jadi kami sangat siap,” tutupnya.
Sementara itu, pelatih kepala Smasis Sentani, Michael Mara juga tak mau kalah. Mereka juga memberikan teror. Melanjutkan tradisi juara mereka.
Smasis sangat yakin bisa menundukkan cewek TB. Bermodal 6 pemain juara musim lalu, Smasis optimis bisa membawa pulang trophy juara yang ketujuh kalinya.
“Target kami memang juara, dan kami sudah enam kali juara. Sekarang kami mengejar yang ketujuh,” pungkasnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah