Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Dampingi Mentrans dan Dubes Tiongkok, Sekda Paparkan Potensi Telaga Sari 

Yulius Sulo • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:43 WIB
Menteri Transmigrasi RI,Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Dubes Tiongkok, saat tinjau lahan pertanian di Salor I, Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, Merauke, Selasa (2/6). 
(Humas Biro Umum Papsel/Ceposonline.com) 
Menteri Transmigrasi RI,Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Dubes Tiongkok, saat tinjau lahan pertanian di Salor I, Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, Merauke, Selasa (2/6).  (Humas Biro Umum Papsel/Ceposonline.com) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian di Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke dihadapan Menteri Transmigrasi RI,Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Dubes Tiongkok saat melakukan kunjungan kerja ke Telaga Sari, Salor I, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke guna memantau potensi pertanian di kampung itu, Selasa  (2/6/2026).

Dalam pemaparan, Sekda Ferdinandus menyebut, Kampung Telaga Sari termasuk salah satu kawasan transmigrasi yang berkembang dan menjadi contoh harmonisasi masyarakat transmigrasi dan masyarakat asli Papua.

Dikatakan, potensi utama kawasan ini yakni padi dan hortikultura, peternakan dan perikanan. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ketahanan pangan masyarakat.

"Luas wilayah Kampung Telaga Sari kurang lebih 16 kilo meter persegi, pengembangan pertanian potensial lahan pertanian seluas 1.058 hektare,"kata dia.

Ferdinandus mengatakan, target utama program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk meningkatkan kualitas tanah dan sistem irigasi di Telaga Sari seluas kurang lebih 888 hektare.

"Fokus komoditas prioritas pengembangan pada tanaman padi sebagai pilar ketahanan pangan lokal,"ujar Ferdinandus.

Menteri Transmigrasi RI,Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Dubes Tiongkok, saat tinjau lahan pertanian di Salor I, Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, Merauke, Selasa (2/6). 
(Humas Biro Umum Papsel/Ceposonline.com) 
Menteri Transmigrasi RI,Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Dubes Tiongkok, saat tinjau lahan pertanian di Salor I, Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik, Merauke, Selasa (2/6).  (Humas Biro Umum Papsel/Ceposonline.com) 

Dijelaskannya, dampak nyata sebelum Oplah 3-4 ton/hektare. Sesudah Oplah meningkat menjadi 6,2-7,4 ton/hektare. Peningkatan produktivitas rata-rata mencapai 100 persen melalui intervensi teknologi dan infrastruktur lahan. 

Ferdinandus mengatakan, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) di wilayah tersebut antara lain traktor roda empat sebanyak 200 unit, traktor roda dua, 30 unit, pompa air sebanyak 80 unit, rice transplanter, 20 unit dan alat pasca panen masuk distribusi regional.

"Ini merupakan bentuk dukungan pertanian untuk wilayah Merauke terutama di Telaga Sari,"kata Sekda Ferdinandus Kainakaimu.

Ia menyimpulkan bahwa pusat produksi telaga Sari menjadi sentra utama padi di Kabupaten Merauke secara berkelanjutan.

Sehingga, tambah Sekda Ferdinandus, terus mendapat dukungan penuh pemerintah melalui Alsintan guna menjamin efisiensi jangka panjang. Tapi juga menjadi sentra padi dan lokasi.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#telaga sari #mentrans #Ceposonline.com #tiongkok #PAPUA SELATAN