Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Gubernur Papua Ingin Menu MBG di Waropen Utamakan Ikan

Elfira Halifa • Selasa, 19 Mei 2026 | 05:57 WIB
Usai meninjau pelaksanaan Program MBG, di SMPN 1 Waren, Senin (19/5/2026). Gubernur Papua, Matius D Fakhiri foto bersama peserta didik. (Ceposonline.com/Humas Pemprov)
Usai meninjau pelaksanaan Program MBG, di SMPN 1 Waren, Senin (19/5/2026). Gubernur Papua, Matius D Fakhiri foto bersama peserta didik. (Ceposonline.com/Humas Pemprov)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua Matius D. Fakhiri di Kabupaten Waropen diisi dengan peninjauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Waren, Senin (18/5/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, gubernur menekankan pentingnya pemenuhan gizi anak serta perhatian terhadap kondisi fasilitas pendidikan di Papua.

 

Didampingi jajaran pemerintah daerah, Fakhiri menyapa para siswa dan guru sekaligus memberikan motivasi kepada pelajar agar terus semangat menempuh pendidikan. 

 

Menurutnya, anak-anak Papua merupakan generasi penerus yang kelak akan memimpin daerahnya sendiri.

 

“Saya senang lihat anak-anak hari ini tampil ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Ini akan lahir tunas-tunas bangsa, anak-anak Waropen yang hebat-hebat, mengganti kami yang tua-tua ini,” ujarnya.

 

Fakhiri juga menyinggung menu makanan dalam program MBG. Ia meminta pemerintah daerah memperhatikan kandungan gizi dengan memanfaatkan potensi hasil laut di Waropen.

 

“Lautnya banyak tapi makan telur. Nanti lama-lama bisulan. Pak Bupati, kalau bisa kasih makan ikan. Makan ikan itu nutrisinya sangat bagus buat anak Indonesia sehat dan pandai,” katanya.

 

Selain soal gizi, mantan Kapolda Papua itu turut mengingatkan pentingnya pendidikan dan penghormatan kepada guru serta orang tua.

 

Ia mengisahkan perjalanan hidupnya yang pernah bersekolah di daerah terpencil sebelum akhirnya menjadi gubernur.

 

“Saya juga kecil sekolah di tempat-tempat yang sangat sulit dan susah. Tapi karena kami jadi anak yang dengar-dengaran, akhirnya bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi tanah Papua dan bangsa Indonesia,” ucapnya.

 

Fakhiri juga menyoroti kondisi bangunan dan fasilitas sekolah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius. Ia meminta para pejabat dan alumni yang telah sukses untuk kembali membantu sekolah asal mereka.

 

“Sekolah-sekolah yang rusak ini harus diperhatikan. Ini potret sekolah yang sudah lama tapi kursinya jelek. Yang sudah jadi pejabat, kembali perhatikan sekolah,” tegasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#fransiscus xaverius mote #matius fakhiri #papua #Waropen