Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kirim 250 Anak Asli Papua Bimbel Sekolah Kedinasan, Denci Meri: Kami Investasi SDM untuk Jadi Tuan di Negeri Sendiri

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa saat memberikan keterangan kepada pers di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa saat memberikan keterangan kepada pers di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengirimkan 250 anak Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) sekolah kedinasan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua.

Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menegaskan program ini merupakan upaya agar anak-anak Papua mampu menjadi tuan di tanahnya sendiri melalui peningkatan akses pendidikan kedinasan.

“Kami ini investasi SDM, supaya anak-anak Papua ke depan bisa jadi tuan di negeri sendiri,” ujar Denci saat memberikan keterangan kepada pers di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, dalam proses seleksi peserta, pemerintah memberi perhatian khusus kepada marga-marga di wilayah pedalaman dan kategori minoritas yang selama ini masih terbatas akses pendidikan.

“Kami lihat sampai ke marga-marga yang masih terbelakang. Ada dari Puncak Jaya, Deiyai, dan Intan Jaya. Kami prioritaskan marga-marga minoritas supaya mereka juga bisa maju,” katanya.

Menurut Denci, kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang sama bagi anak-anak dari daerah terpencil untuk mengenyam pendidikan tinggi dan kembali membangun daerah asalnya.

Advertisement

“Kami berharap anak-anak dari marga minoritas ini bisa jadi contoh di kampungnya, bisa sekolah tinggi, lalu kembali melayani masyarakatnya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur untuk memperbanyak keterlibatan Orang Asli Papua di sekolah kedinasan nasional.

“Selama ini orang salah paham tentang program ini. Kami buka kesempatan supaya sekolah kedinasan bisa diakses oleh anak-anak Papua. Karena banyak yang setelah sekolah dari luar Papua lalu datang bertugas di Papua Tengah adalah orang pendatang,” jelasnya.

Denci menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan OAP mendapat ruang yang sama dalam pendidikan kedinasan dan pengisian sumber daya aparatur di daerah.

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Lapak Dibongkar, Sejumlah Pedagang OAP Mediasi Dengan Satpol PP 

Lapak Dibongkar, Sejumlah Pedagang OAP Mediasi Dengan Satpol PP 

Sejumlah pedagang Orang Asli Papua (OAP) melaksanakan mediasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Mimika, di lingkungan

Panen Telur Pedana Kembali Dilakukan Kelompok Ternak OAP  

Panen Telur Pedana Kembali Dilakukan Kelompok Ternak OAP  

Panen perdana telur ayam petelur hasil usaha masyarakat asli Papua kembali dilakukan. Kali ini panen perdana dilakukan langsung oleh Pj. Sek

 Pemprov Papua Selatan Latih 115 Lulusan SMA/SMK OAP, Siapkan Masuk Dunia Kerja

Pemprov Papua Selatan Latih 115 Lulusan SMA/SMK OAP, Siapkan Masuk Dunia Kerja

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar pelatihan keterampilan bagi lulusan SMA dan SMK

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer