Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Tanggapan Gubernur Papua Selatan

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
Gubernur Apolo  Safanpo (Sulo/Ceposonline.com)  
Gubernur Apolo  Safanpo  (Sulo/Ceposonline.com)  

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Film Pesta Babi yang banyak mengangkat  issu masalah hutan,  alam tanah adat Papua Selatan yang kini banyak mendapat tanggapan dan sorotan dari berbagai pihak mendapat tanggapan  dari gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo.   

Menjawab pertanyaan wartawan di Merauke, gubernur Apolo Safanpo mengatakan meski dirinya belum menonton film  tersebut, namun pesta babi secara filosofis tersebut sarat makna  budaya. 


‘’Jadi kita harus arif dan bijaksana untuk memahami dan menanggapi, mengomentari budaya. Di Papua itu, di beberapa etnis itu budaya yang sama dapat dimaknai secara berbeda. Karena itu, kita harus paham konteksnya,’’ kata Apolo Safanpo, di Merauke, Senin (18/5). 

Advertisement

Mantan Rektor Uncen ini menjelaskan, konteksnya pesta babi di Papua Selatan, katakanlah di Asmat, Mappi, Boven Digoel dan di Merauke itu bisa ritual dan upacaranya sama namun maknanya berbeda. 

‘’Karena itu, harus kita cermati dulu, dan pesan-pesan moral yang disampaikan  menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk mengambil kebijakan. Karena biasanya dalam unsur-unsur ritual budaya ada pesan-pesan moral, ada nasehat di situ yang perlu kita bijaki. Ada juga unsut teguran yang harus kita bijaki,’’ katanya. 

Lanjut orang nomor  satu di Papua Selatan tersebut, manusia tidak bisa dipisahkan dengan lingkungannya. Ada lingkungan yang bisa dikelola untuk memenuhi kebutuhan  kita saat ini dan di masa yang akan datang. Tapi, ada juga yang harus dilestarikan untuk menjaga pelestarian mahluk hidup, manusia, tumbuhan, hewan saat ini maupun keberlangsungan di masa yang akan datang. 

Advertisement

Gubernur Apolo Safanpo juga mnegingatkan bahwa pesan-pesan yang disampaikan tersebut tidak boleh digunakan  provokasi dan propaganda. 

‘’Tidak boleh digunakan untuk provokasi dan propaganda. Kalau konteks menasehati dan mengingatkan, itu  baik,’’ tandasnya. 

Pada kesempatan  tersebut, gubernur Apolo Safanpo  menegaskan bahwa secara resmi tidak ada pelarangan dari pemerintah.  

‘’Saya kira pemerintah pusat diwakili Menteri HAM RI sudah melakukan konferensi pers secara resmi bahwa pelarangan film itu bisa dilakukan dengan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Jadi itu sudah disampaikan bapak Menteri HAM secara resmi dan kita semua mengacu pada pernyataan bapak Menteri,’’ tandasnya. 

Advertisement

Artikel Terkait

Pengaduan Film Pesta Babi Berlanjut, Polda Metro Jaya akan Periksa Dandhy Laksono

Pengaduan Film Pesta Babi Berlanjut, Polda Metro Jaya akan Periksa Dandhy Laksono

Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sutradara Dandhy Laksono pekan depan.

Internasionalisasi Film Pesta Babi, Pengamat Sebut Bisa Mengarah ke Disintegrasi NKRI 

Internasionalisasi Film Pesta Babi, Pengamat Sebut Bisa Mengarah ke Disintegrasi NKRI 

Publik diminta mewaspadai potensi pemanfaatan film Pesta Babi sebagai alat internasionalisasi isu Papua yang dapat mengarah pada agenda disintegrasi NKRI.

Mama Sinta Bantah Diintimidasi, Tegaskan Pergi ke Jakarta dengan Biaya Pribadi

Mama Sinta Bantah Diintimidasi, Tegaskan Pergi ke Jakarta dengan Biaya Pribadi

Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta, membantah berbagai tudingan yang menyebut dirinya mendapat intimidasi dari aparat TNI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer