Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Penyalahgunaan Narkoba Didominasi Pelajar SMP dan SMA, BNN PB Soroti Peran Keluarga

Lucky Ireeuw • Selasa, 12 Mei 2026 | 05:16 WIB
Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Papua Barat, Stanly Nixon Taghupia. (CEPOSONLINE.COM/FAUZIA)  
Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Papua Barat, Stanly Nixon Taghupia. (CEPOSONLINE.COM/FAUZIA)  

CEPOSONLINE.COM, SORONG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat menegaskan bahwa upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya melalui sosialisasi tentang jenis dan bahaya narkoba. Faktor keluarga dinilai menjadi akar persoalan yang paling memengaruhi keterlibatan anak dan remaja dalam penyalahgunaan narkotika.
 
Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Papua Barat, Stanly Nixon Taghupia mengatakan, penyuluhan yang dilakukan BNN saat ini lebih diarahkan pada penyamaan persepsi dan membangun paradigma baru terkait pencegahan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda.
 
“Selama ini orang hanya fokus pada pengetahuan tentang narkotika, jenis-jenisnya, dampaknya dan sebagainya. Padahal itu hanya angka minimalis untuk mengubah perilaku seseorang,” kata Stanly, Senin (11/5).
 
Menurutnya, persoalan yang sering diabaikan justru berasal dari lingkungan keluarga, seperti hubungan orang tua dan anak yang tidak harmonis, pola asuh yang keliru, hingga komunikasi yang tidak berjalan baik.
 
“Trouble family, hubungan orang tua dan anak yang tidak selesai, pola komunikasi yang buntu, itu menjadi potensi besar penyalahgunaan narkotika. Ketahanan keluarga sangat memengaruhi,” katanya.
 
Stanly menjelaskan, program pencegahan yang dijalankan BNN saat ini sejalan dengan program “ANADABERSINAR” atau Aksi Nasional Dimulai dari Anak, yang menitikberatkan pada pembinaan generasi muda melalui penguatan keluarga dan lingkungan sosial.
 
Stanly juga menilai tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja menunjukkan bahwa sosialisasi semata belum cukup efektif.
 
“Banyak orang sudah tahu tentang narkotika, sudah browsing sendiri, tetapi kenapa angka penyalahgunaan masih tinggi? Karena persoalannya bukan hanya soal pengetahuan, tetapi ada faktor lain yang lebih mendasar,” ujarnya.
 
Lanjutnya, Berdasarkan data lapangan BNN melalui pemeriksaan urin, penyalahgunaan narkotika di Papua Barat dan Papua Barat Daya paling banyak ditemukan pada usia produktif, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA.
 
“Yang paling banyak kami temukan lewat pemeriksaan urin di lapangan itu SMP dan SMA. Itu dominan, mutlak,” katanya.
 
Dikatakan juga bahwa angka penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda tingkat SMP hingga SMA mencapai lebih dari 60 persen dibanding kelompok usia lainnya.
 
“Kalau di kalangan orang tua itu lebih sedikit. Yang paling banyak memang generasi muda, SMP dan SMA,” ungkap Stanly.
 
Stanly berharap melalui pendekatan yang lebih menyentuh aspek keluarga dan psikologis anak, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat lebih efektif menekan angka keterlibatan generasi muda.
 
"Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini melibatkan kami siswa. Semoga kegiatan ini rutin digelar di sekolah kami," kata salah satu siswa, Rio.(zia)
Editor : Lucky Ireeuw
#narkotika #PAPUA BARAT