Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Nanik S Deyang Kepala BGN Yang Baru, Pernah Sebarkan Berita Bohong Soal Penganiayaan Ratna Sarumpaet 

Weny Firmansyah • Rabu, 3 Juni 2026 | 05:55 WIB
Nanik S Deyang. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Nanik S Deyang. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru Nanik S Deyang

mempunyai catatan tersendiri di mata publik.


Ya, pasa tahun 2018, nama Nanik sering disebut-sebut. Lantaran, diduga menyebarkan berita bohong Ratna Sarumpaet dianiaya.
 
 
Dia diduga yang mengambil foto Ratna Sarumpaet dengan muka lebam dan menyebarnya dengan narasi bohong akibat dianiaya. 


Akibat kasus tersebut, Nanik bahkan sempat diperiksa polisi dua kali.
 

Berdasarkan catatan dari berbagai platform media sosial, kasus tersebut berawal dari kabar bohong di Facebook, yang menyatakan Ratna Sarumpaet dianiaya. 
 

Selain Unggahan Facebook, kabar bohong tentang penganiayaan itu juga tersebar melalui pesan berantai WhatsApp. 

 
Prabowo, yang saat itu menjadi calon Presiden bersama Sandiaga Uno pun sampai angkat bicara, meramaikan drama tersebut. 


Saat itu, Prabowo mendukung narasi bohong penganiayaan dengan mengatakan Ratna Sarumpaet dikeroyok, pada 3 Oktober 2018.

 
Prabowo juga mengatakan, bahwa tindakan terhadap Ratna adalah tindakan represif dan melanggar hak asai manusia.
 

Kasus ini pun selanjutnya ditangani pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap kabar penganiayaan itu bohong.


Pernyataan polisi dibenarkan oleh keterangan Ratna Sarumpaet, yang mengatakan kebohongan itu sengaja dibuat untuk anaknya. 


Menurut Ratna, lebam pada wajahnya bukan karena dianiaya, tetapi akibat operasi bedah sedot lemak di pipi, pada 21 September 2018.
 

"Hari Selasa, foto saya tersebar di media sosial.. Itu cerita khayalan, entah diberikan oleh setan mana kepada saya," kata Ratna.

 
Pengakuan Ratna menimbulkan kegemparan, yang mendesak sejumlah pihak melapor ke polisi, di antaranya Farhat Abbas. 

 

Usai drama penganiayaan terbongkar, Prabowo Subianto meminta maaf karena telah ikut menyebarkan berita bohong.
 

Tidak hanya itu, Prabowo juga meminta Ratna mengundurkan diri dari Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno di pemilu 2019.
 

Kasus ini pun berbuntut panjang. Ratna ditangkap polisi, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) saat akan kabur ke Cile.
 
 

Belakangan diketahui, Ratna ke Cile untuk menghadiri Konferensi The 11th Women Playwrights International Conference 2018.
 

Dalam persidangan, terungkap bahwa Nanik S Deyang yang menyebarkan foto Ratna di sosial media.

 
Dia mengunggah foto Ratna Sarumpaet dengan luka lebam di akun pribadi Facebooknya dengan narasi bohong Ratna dianiaya orang. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#BGN