Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

PDIP dan Gerindra Berbalas Pantun Politik, Prabowo: Saat Saya Tak Berkuasa, Ibu Megawati Pernah Bantu

Yohanes Palen • Kamis, 21 Mei 2026 | 05:41 WIB
Prabowo Subianto. (ISTIMEWA)
Prabowo Subianto. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Suasana hangat dan penuh nuansa politik mewarnai sidang paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Hal ini terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang demokrasi pada masa pemerintahannya.

Dalam pidatonya terkait pandangan pemerintah mengenai ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2027, Prabowo menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan checks and balances agar jalannya pemerintahan tetap sehat.

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, saya hormati dan hargai itu. Demokrasi kita perlu checks and balances. Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,"ungkap Prabowo.

Pernyataan itu langsung mencuri perhatian publik dan anggota dewan yang hadir dalam sidang paripurna tersebut.

Adapun Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut kemudian melontarkan pernyataan bernada hangat kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ia mengenang bahwa di masa dirinya belum berada di tampuk kekuasaan, Megawati pernah memberikan dukungan dan bantuan politik kepadanya.

“Tenang aja, waktu saya tidak berkuasa, Ibu Megawati juga bantu saya dibidang ekonomi,”kata Prabowo yang disambut tepuk tangan peserta sidang.

Presiden Prabowo Subianto mengaku para menteri di kabinetnya kerap meminta arahan terkait proyek maupun tender yang melibatkan pihak berlatar belakang politik PDI Perjuangan (PDIP).  

Ia menuturkan bahwa pemerintahannya tidak boleh membeda-bedakan pihak berdasarkan afiliasi politik.

“Menteri-menteri minta petunjuk. Pak ini bagaimana ada proyek, ada tender tapi di belakangnya PDIP. Ayok menteri-menteri, benar kan?,"kata Prabowo dengan senyum.

Prabowo menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan latar belakang politik selama proses tender dilakukan secara benar dan sesuai aturan.

“Apa jawaban saya kepada menteri-menteri. Tidak ada masalah. Kalau dia (PDIP) menang, menang saja. Jangan kita lihat latar belakangnya,”tegasnya.

Sebab menurut Prabowo, dirinya pernah mendapat dukungan saat dirinya tidak memegang kekuasaan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden pada 2001 hingga 2004.

“Tenang saja, karena waktu saya tidak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi. Saya mau terbuka, saya tidak berkuasa waktu itu alias lontang-lantunglah,”kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Megawati saat itu pernah memberi arahan agar proyek yang dimenangkan secara sah oleh dirinya tidak diganggu.

"Ibu Megawati katakan waktu itu kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu dan diteruskan. Saya sekarang mengikuti contoh beliau,"pintanya.

Sementara itu disisi lainnya bahwa, ucapan dari Prabowo tersebut dinilai sebagai sinyal hubungan politik yang tetap cair antara Gerindra dan PDIP meski berada di jalur politik berbeda. 

Momen itu pun dianggap sebagai balas pantun politik yang menunjukkan komunikasi antar elite tetap terjaga.

Manariknya pernyataan dari Presiden Prabowo tersebut langsung mendapatkan tanggapan dari Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira.

Ia menyatakan posisi PDIP di luar pemerintahan memang menjadi pilihan politik partainya demi menjaga keseimbangan demokrasi.

“Terima kasih bahwa Presiden memberikan pujian dan memang seharusnya PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan. Selama ini kami menjalankan fungsi sebagai partai politik yang memberikan kritik-kritik positif,”ungkap Andreas.

Andreas menegaskan, kritik yang diberikan PDIP bukan untuk menyerang pemerintah, melainkan sebagai pandangan alternatif agar kebijakan pemerintah dapat berjalan lebih baik.

“Dalam arti kami PDIP memberikan  pandangan-pandangan dan second opinion kepada pemerintah untuk memperbaiki situasi,”jelasnya.

Menurut Andreas, hubungan PDIP dengan pemerintahan Prabowo tetap berjalan dalam koridor politik yang sehat dan rasional. 

Pihaknya berharap kritik yang disampaikan partainya dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap bangsa.

“Ini bukan soal rasa, tetapi bagaimana melihat semuanya secara rasional. Kritik-kritik itu tentu maksudnya baik dan selama ini itu yang kami lakukan,”tutup Andreas. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Prabowo Subianto