CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Bencana alam besar yang melanda sejumlah wilayah Pulau Sumatra lalu ternyata menyebabkan hilangnya 29 desa.
Selain 29 desa yang hilang juga meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur dan permukiman warga.
Adapun peristiwa ini memicu kepanikan serta upaya evakuasi massal untuk menyelamatkan penduduk terdampak.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Kepala Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan terdapat 29 desa dan kampung yang hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera tersebut.
Adapun Desa-desa tersebut berada di wilayah Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara.
“Yang hilang perlu ada penyelesaian. Ada 29 desa yang hilang karena terbawa longsor atau terkena banjir,”ucap Tito Karnavian dikutib dari Jawapos.com.
Tito merinci bahwa, sebanyak 21 desa dan kampung yang hilang berada di Provinsi Aceh, yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Luwes.
Sementara itu, delapan desa lainnya berada di Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
"Untuk di Sumatera Barat tidak ada desa yang hilang,”bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menyampaikan bahwa jumlah pengungsi di Sumatera Utara dan Aceh terus berangsur menurun.
Dari sebelumnya lebih dari dua juta jiwa, kini tersisa sekitar 12.944 orang yang masih tinggal di tenda pengungsian.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Ia memastikan, wilayah Provinsi Sumatera Barat, saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi. Sebelumnya, tercatat 16.164 orang mengungsi.
“Untuk Sumatera Barat, pengungsi saat ini sudah nol dari sebelumnya 16.164,"terangnya.
Tito menyampaikan, sebagian warga sudah kembali ke rumah dan mendapatkan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan maupun sedang.
Sedangkan yang rumahnya rusak berat atau hilang masih tinggal di hunian sementara (huntara) maupun menerima dana tunggu hunian.
Mantan Kapolda Papua ini menambahkan, dari 19 kabupaten di Sumatera Barat, 16 di antaranya terdampak bencana, dengan rincian 125 kecamatan dan 568 desa terdampak.
Sementara itu, di Sumatera Utara masih terdapat 850 pengungsi, berkurang dari sebelumnya 53.523 orang.
Korban meninggal dunia tercatat sebanyak 376 orang, dan 40 orang masih dinyatakan hilang.
“Pengungsi yang semula 53.523 kini tersisa 850 orang, yang berada di satu lokasi di Tapanuli Tengah. Selain itu, terdapat sekitar lebih dari 30.000 rumah mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, yang sudah kami klasifikasikan,"pintanya.
Lanjut Tito sedangkan, di Provinsi Aceh saat ini masih terdapat 12.144 pengungsi. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara, yakni 5.197 orang yang masih tinggal di tenda.
“Di Provinsi Aceh terdapat 12.144 pengungsi. Yang terbanyak di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 5.197 orang, disusul Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Luwes, Lhokseumawe, dan Nagan Raya,"pungkas Mantan Kapolri ini. (*).
Editor : Yohanes Palen