CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Produk Kopi Jantan Plus belakangan ramai dipromosikan di berbagai platform media sosial.
Iklan produk ini kerap menonjolkan klaim peningkatan stamina dan vitalitas pria, sehingga menarik perhatian konsumen, khususnya kalangan laki-laki.
Tampilan iklan yang meyakinkan serta testimoni pengguna membuat produk ini terlihat aman dan bermanfaat.
Namun, di balik promosi yang gencar tersebut, Kopi Jantan Plus justru menuai perhatian serius dari otoritas kesehatan.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan bahwa produk tersebut diduga mengandung zat berbahaya yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.
Kandungan tersebut tidak dicantumkan secara jelas pada label kemasan dan tidak sesuai dengan standar keamanan pangan.
BPOM mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap produk yang mengklaim khasiat instan, terutama yang beredar luas di media sosial tanpa izin edar resmi.
Konsumsi produk dengan kandungan berbahaya dapat berdampak pada gangguan kesehatan, mulai dari efek ringan hingga risiko serius dalam jangka panjang.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa izin edar BPOM, membaca komposisi produk dengan teliti, serta tidak mudah tergiur oleh iklan yang menjanjikan hasil cepat.
BPOM juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap produk yang berpotensi membahayakan konsumen.
Disisi lainnya dimana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kini menemukan praduk Kopi Jantan Plus ilegal ini ternyata mengandung bahan kimia obat berbahaya.
Adapun kandungan kimia ini berpotensi menimbulkan kerusakan pada ginjal hingga jantung.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar mengatakan, temuan tersebut jadi bukti maraknya pangan olahan ilegal yang dipasarkan tanpa memenuhi syarat keamanan yang berlaku.
"Produk yang dipromosikan sebagai pangan, bahkan diklaim untuk meningkatkan kejantanan, ternyata setelah diperiksa mengandung sildenafil sitrat,"ungkap Taruna Ikrar seperti dilansir dari detikhealth.
Sementara otu sildenafil sitrat sendiri dikenal sebagai obat untuk mengatasi gangguan ereksi.
Konsumsinya hanya bisa dilakukan berdasarkan resep dokter dan di bawah pengawasan medis.
Jika dikonsumsi berlebihan tanpa takaran yang jelas, sildenafil sitrat bisa menyebabkan gagal ginjal hingga gagal jantung.
Menurutnya, tdak adanya standar dosis dalam produk ilegal tersebut membuat konsumen tak punya cara untuk mengukur batas aman konsumsi.
"Efeknya bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius, mulai dari gagal ginjal, gagal jantung, bahkan kematian dan ini bisa berdampak fatal,"pungkas Taruna Ikrar. (*).
Editor : Yohanes Palen