CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Usai viral sebagai pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisya justru kini mendapatkan pendidikan beasiswa gratis dari lembaga Aeronef Academy.
Sayangnya dari pemberian beasiswa gratis dari pihak lembaga Aeronef Academy tersebut kini menuai beragam tanggapan dari publik.
Di satu sisi, banyak yang mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian. Namun di sisi lain, tak sedikit pula yang mempertanyakan alasan di balik kebijakan itu.
Menanggapi hal tersebut, Aeronef Academy menegaskan bahwa pemberian beasiswa bukanlah bentuk pembenaran atas tindakan yang dilakukan Nisya, melainkan wujud empati serta keyakinan terhadap proses belajar dan kesempatan kedua.
Pengurus sekaligus pengajar Aeronef Academy, Miftakhul Rohmah, menyampaikan, pihaknya melihat Nisya bukan semata dari kesalahan yang sempat terjadi, tetapi dari niat dan perjuangan yang melatarbelakanginya.
“Kami melihat niat dan perjuangan Nisya yang begitu besar. Di balik keterbatasan, tekanan, dan kesalahan yang ia lakukan, ada semangat, harapan, serta tekad tulus untuk membahagiakan orang tuanya dan memperbaiki masa depan,”ujar Miftakhul kepada Jawapos.com.
Ia menegaskan, Aeronef Academy tidak menempatkan diri sebagai pihak yang menghakimi.
Lembaga tersebut juga secara tegas tidak membenarkan tindakan penyamaran yang dilakukan Nisya.
“Kami tidak membenarkan perbuatan yang salah. Namun kami percaya, banyak kesalahan lahir dari hati yang sedang lelah,”bebernya.
Bagi Aeronef Academy, pendidikan adalah ruang aman bagi siapa pun yang ingin belajar, berubah, dan bangkit.
Tidak semua orang yang tersesat harus dihukum selamanya. Sebagian hanya membutuhkan pendampingan, arahan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Kadang seseorang hanya butuh tangan yang menggenggam, suara yang menenangkan, dan langkah yang dituntun perlahan,”kata Miftakhul.
Ia menambahkan bahwa keputusan memberikan beasiswa ini diambil dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian.
Hingga saat ini, pihak Aeronef Academy masih berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Nisya secara empatik, dengan tetap menghormati ruang pribadi dan kondisi emosional yang bersangkutan pascaviral.
“Kami masih berusaha menjalin komunikasi secara langsung. Semua kami lakukan dengan empati dan penuh kehati-hatian,”ujarnya.
Disisi lain pihak Aeronef Academy juga membuka ruang bagi masyarakat yang mungkin memiliki akses komunikasi dengan Nisya untuk membantu menyampaikan niat baik tersebut.
“Kami berharap jika ada yang berkenan, mohon bantu sampaikan pesan kami ini kepada Nisya,”tutup Miftakhul. (*).
Editor : Yohanes Palen