Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu

W
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Teddy menanggapi kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. (Salman Toyibi/Jawa Pos) 
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Teddy menanggapi kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. (Salman Toyibi/Jawa Pos) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAKARTA- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Pati Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. 

Dalam klarifikasinya, Teddy bahkan menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wamenlu yang menurutnya hanya berlangsung sekitar tiga bulan.

Teddy membuka tanggapannya dengan mengapresiasi kritik yang disampaikan Dino. Namun, ia sekaligus seolah menyelipkan sindiran mengenai rekam jejak diplomat senior tersebut.

Advertisement

“Terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujarnya dalam keterangan video resmi, Senin (1/6/2026).

Teddy menegaskan bahwa isu biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo telah dijelaskan berulang kali. Menurutnya, seluruh kelebihan biaya di luar anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Ia juga membantah anggapan bahwa rombongan Presiden terlalu besar. Menurut Teddy, jumlah delegasi justru telah dipangkas lebih dari separuh dibanding periode sebelumnya.

Advertisement

“Kalau dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,” timpalnya.

Menanggapi kritik soal agenda luar negeri yang dinilai perlu direncanakan jauh hari, Teddy juga bahwa menilai dinamika global tidak memungkinkan seluruh jadwal ditetapkan satu tahun sebelumnya.

Menurut Teddy, situasi internasional berkembang sangat cepat sehingga kepala negara perlu memiliki fleksibilitas menentukan agenda sesuai kebutuhan nasional maupun perkembangan luar negeri.

“Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” ucapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Kunjungan Daerah, Seskab Teddy Nyaris Tertinggal Rombongan Presiden Prabowo, Ini Gara-garanya

Kunjungan Daerah, Seskab Teddy Nyaris Tertinggal Rombongan Presiden Prabowo, Ini Gara-garanya

Kejadian tak mengenakan hampir dialami oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat kunjungan ke Halmahera Tengah, Kamis (9/10/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer