Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Geruduk Kantor DPRK, APELCAMI Sampaikan Rapor Merah Ketenagakerjaan dan Dana Otsus Mimika

W
Massa yang tergabung dalam APELCAMI saat meltuntutan di hadapan perwakilan Komisi III DPRK Mimika di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (2/6/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Massa yang tergabung dalam APELCAMI saat meltuntutan di hadapan perwakilan Komisi III DPRK Mimika di halaman Kantor DPRK Mimika, Selasa (2/6/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika di Jalan Cenderawasih seketika riuh pada Selasa (2/6/2026). 

Massa yang tergabung dalam Asosiasi Pencari Kerja Carstensz Mimika Papua (APELCAMI) menggelar aksi demonstrasi damai. 

Langkah ini menjadi puncak kulminasi kegelisahan para pencari kerja lokal atas sengkarut tata kelola ketenagakerjaan, mandeknya transparansi anggaran daerah, serta minimnya keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP) di tengah melimpahnya roda ekonomi di Kabupaten Mimika.

Advertisement

Aksi unjuk rasa yang dikawal ketat oleh aparat keamanan ini sengaja digelar satu hari menjelang agenda krusial legislatif. 

Massa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui DPRK segera mengambil langkah konkret. 

 Kevin Kaviar selaku Koordinator Aksi, aliansi ini secara resmi menyodorkan 10 poin tuntutan krusial yang menyoroti isu-isu sistemis, mulai dari praktik kontraktor fiktif, perlunya reformasi sistem rekrutmen, hingga tuntutan audit total atas karut-marut penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) 

Advertisement

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lagi menutup mata terhadap tingginya angka pengangguran intelektual dan teknis di kalangan OAP. 

“Kami membawa 10 tuntutan resmi ini untuk diserahkan secara terbuka. Kami mendesak DPRK Mimika mengawal aspirasi ini agar ditindaklanjuti secara nyata dalam catatan rekomendasi Sidang Paripurna Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) esok hari,” tegas Kevin.

Poin utama yang menjadi sorotan APELCAMI adalah desakan penegakan hukum terhadap menjamurnya kontraktor tanpa kantor. 

Mereka meminta DPRK Mimika memanfaatkan Sidang Paripurna LPJ untuk menekan Bupati agar menindak tegas kontraktor luar daerah yang memenangkan proyek fisik di Mimika, namun mengabaikan Surat Edaran (SE) Bupati mengenai kewajiban memiliki kantor cabang fisik di wilayah setempat. 

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Kepolisian Resor Mimika memastikan proses hukum terhadap dua pelajar berinisial DS (18) dan OY (17) yang diduga melakukan pemerkosaan akan d

Geger Warga Mimika, Jasad Bayi Ditemukan dalam Kantong Plastik  Merah

Geger Warga Mimika, Jasad Bayi Ditemukan dalam Kantong Plastik  Merah

Warga Jalan Megantara, Kabupaten Mimika, digegerkan dengan penemuan kantong plastik merah yang berisi jasad bayi laki-laki pada Senin (26/10

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer