Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pondok Kadal Jagokan Limbah, di Doksem Umat Islam Ikutan Jaga

Administrator • 2021-01-07 22:00:46
Tampilan depan pondok Natal Kadal (Kampkey Dalam) saat dikunjungi oleh DPD Partai Hanura Papua, Selasa (5/1). Inimenjadi salah satu pondok natal yang unik karena bahan pembuatan lebih banyak menggunakan limbah. (Gamel Cepos)
Tampilan depan pondok Natal Kadal (Kampkey Dalam) saat dikunjungi oleh DPD Partai Hanura Papua, Selasa (5/1). Inimenjadi salah satu pondok natal yang unik karena bahan pembuatan lebih banyak menggunakan limbah. (Gamel Cepos)

Melihat Kreasi Pondok Natal Para Perayaan HUT ke 14 Partai Hanura


Bisa menjadi ide tahunan bagi pihak mana saja untuk menumbuhkan kreasi bagi warga. Lomba pondok natal hias ternyata banyak peminat. Seperti yang dilakukan Partai Hanura Papua dalam perayaan 14 tahun usia partainya.


Laporan : Abdel Gamel Naser


Moment Natal tahun 2020 memang telah lewat namun suasana perayaannya masih bisa dirasakan hingga kini. Itu tercermin dari ratusan pondok natal di Kota Jayapura yang masih berdiri  dan mendengungkan lagu – lagu pujian. Tak hanya itu, lampu kelap kelip juga terus menyala disaat senja mengganti siang.  Satu persatu pondok natal yang telah dihias mulai memutarkan lagu – lagu rohani yang intinya mengajak warga lainnya untuk tidak melupakan Tuhan.


Dari moment ini Partai Hanura yang berulang tahun ke 14 pada 21 Desember lalu menggelar lomba pondok natal hias. Lomba ini diikuti 103 peserta dari 5 distrik  di Jayapura dan memperebutkan piala tetap dan piala bergilir. Disini terlihat jelas kreasi masing – masing pondok untuk menunjukkan keunikannya agar masuk dalam nominasi pemenang lomba. Satu contohnya pondok natal Kadal alias Kampkey Dalam  yang hampir 100 persen menggunakan limbah. Ada gabah, buah kepala tua yang dipernis, akar atau ranting pohon, stik es cream, korek gas, botol bekas hingga sedotan maupun kaleng bekas. Pondok Natal Kadal ini semakin nyaman karena memiliki pelataran yang luas dan berumput swis yang halus.


“Kami buat 2 minggu dan sangat minim biaya. Kalaupun ada untuk lampu itupun dari sumbang – sumbang sesama teman sedangkan yang lain kami ambil dari alam semisal kepala dari Holtekam, kayu dari limbah di pantai termasuk gabah untuk dinding dan atap,” beber Yansen Taniauw, koordinator pondok Kadal, Selasa (5/1). Ia menyebut untuk membuat kreasi pondok membutuhkan waktu 2 minggu. Menariknya di antara dua pondok ini ada salib yang dibuat dari kayu gelondongan utuh  plus duri dari akar pohon yang digunakan di kepala oleh Yesus ketika itu.


Di dalam pondok juga ada lukisan Yusuf Maria serta 3 orang majus. Lukisan ini terlihat hidup dan dikerjakan oleh salah satu pemuda di kompleks Kadal tersebut. Tak hanya itu, pondok ini juga dilengkapi dengan fasilitas mencuci tangan dan buku tamu. Pondok lainnya yang juga menarik muncul di Dok IX Jayapura Utara. Pondok ini ternyata tak hanya dibangun oleh mereka yang merayakan natal saja tetapi ada juga umat Islam yang bahu membahu ikut membantu membangun pondok tersebut.


“Ini yang membuat kami kagum. Pondok natal ini justru dibangun oleh teman – teman muslim. Mereka bersama anak – anak muda yang merayakan natal. Kami juga mensurvei psikologi warga dari keberadaan pondok tersebut dan ternyata warga tidak terganggu malah ikut berpartisipasi. Kami pikir ini satu poin plus,” kata Kornelius Logo, salah satu  juri. Padahal lokasi pondok tersebut berada persis di tengah – tengah lokasi kebakaran yang tak sedikit dihuni warga muslim namun disini warga bisa menerima.


Kornelius  juga menyampaikan bahwa ada pondok lainnya yang juga menarik yaitu di Muara Tami. Pondok ini dibangun dilokasi yang tak biasa yakni di atas perahu. Dikatakan dari sisi theologi tentunya tidak pernah ada cerita Yesus lahir di atas perahu namun jika dikaitkan dengan kondisi terkini maka hal tersebut sah – sah saja dimana Yesus bisa muncul dimana saja. Lalu pondok lainnya yang juga menarik disebutkan berada di Distrik Heram.


“Disini yang menjaga pondok adalah anak – anak kecil, setiap kami kesana pondok ini selalu ramai dan mereka sambut kedatangan juri dengan dua bahasa,  Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Mereka juga menyanyikan lagu Indonesia Raya serta lagu Hanura, itu sangat berkesan,” katanya. Pondok ini juga dianggap mampu membantu psikologi iman seseorang karena lagu – lagu rohani yang terus diputar.


“Di Pondok ini juga diputarkan film – film Tuhan Yesus sehingga memberi ilmu dan cerita baru bagi siapa saja yang menonton,” imbuhnya. Untuk  tim juri sendiri melibatkan 10 orang dengan berbagai latar belakang. “Ada akademisi, tokoh agama, seniman dan dari partai,” imbuh Logo. Lalu untuk siapa yang menjadi juara, menurut Ketua Panitia, Otniel Deda semua akan diumumkan besok (8 Januari) di Pantai Hamadi. “Dari 103 peserta adan dicari juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3 kemudian favorit,” jelasnya. Mervin Komber dari mewakili DPP Hanura mengapresiasi DPD Hanura Papua. “Ini baru pertama dilakukan oleh DPD se Indonesia Hanura dan partisipasi warga adalah bagian kecintaan masyarakat terhadap partai ini,” pujinya.


Sementara Ketua DPD Hanura Papua, Kenius Kogoya menyampaikan bahwa jangan karena pandemi covid 19 akhirnya ikut menyurutkan semangat dan suka cita. Ia tak mau Jayapura seperti Jakarta yang menurutnya sangat minim suasana perayaan natal. Warga menurutnya jangan terkukung dan berhenti beraktifitas serta menumbuhkan kreatifitas meski situasi masih banyak batasan. Ia melihat dari lomba ini paling tidak ada aktifitas positif yang dilakukan warga sekaligus menunjukkan jika Papua memiliki sikap toleransi keberagaman antar umat beragama masih terjaga. “Saya kagum melihat hasil dan tampilan pondok yang dikerjakan oleh kelompok – kelompok warga, saya pikir Papua bisa memberi contoh ke daerah lain soal keberagaman dan pluralisme,” pungkasnya. (*/wen)

Editor : Administrator