Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Berhadapan dengan Samudara Pasifik, Ombak di Batu Pica Bisa Mencapai 10-20 Meter

Administrator • 2020-12-20 20:00:55
Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar saat menunjukkan gelombang air laut di Pantai Batu Pica yang berada di antara Kampung Sor dan Kampung Mara, Distrik Yawosi, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (27/11) lalu. (FOTO:Yewen/Cepos)
Kepala BKKBN Papua, Charles Brabar saat menunjukkan gelombang air laut di Pantai Batu Pica yang berada di antara Kampung Sor dan Kampung Mara, Distrik Yawosi, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (27/11) lalu. (FOTO:Yewen/Cepos)
Melihat Wisata Alam di Biak Utara, Kabupaten Biak-Numfor (Bagian I)

Kabupaten Biak Numfor, memiliki banyak objek wisata pantai yang menarik. Salah satunya di sebelah utara Pulau Biak. Seperti apa objek wisata di sana ?

Laporan: Roberthus Yewen, Biak

BATU Pica merupakan salah satu potensi wisata alam di pesisir pantai utara Pulau Biak. Warga setempatnya menyebutnya Batu Pica Sauri atau sering disebut sebagai pantai Batugong.
Tempat wisata ini berada di antara Kampung Sor dan Kampung Mara, Distrik Yawosi, Kabupaten Biak Numfor.
Untuk sampai ke lokasi wisata Batu Pica, bisa melalui jalan darat Biak Kota selama kurang lebih satu jam.
Jumat (27/11) lalu, Cenderawasih Pos bersama Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar yang melakukan tugas dinas di Biak sempat berkunjung ke objek wisata tersebut.
Dengan kondisi jalan aspal yang lumayan mulus, perjalanan ke Biak Utara cukup mengasyikkan. Tidak ada hambatan sama sekali dihadapi selama perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, rombongan tiba di lokasi pantai Batu Pica. Di lokasi tersebut, terlihat sejumlah bocah asyik bermain air dengan tetap diawasi orang tuanya. Mereka bermain air di tempat yang menyerupai kolam renang alami. Di sekitar lokasi tersebut, juga terdapat hamparan pasir berwarna putih, yang membuat para bocah semakin asyik bermain.
Tak jauh dari tempat para bocah mandi, terdapat hamparan batu karang. Gelombang air laut dari Samudera Pasific yang menerjang batu karang tersebut menjadi pemandangan yang menarik.
Beberapa warga terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan handphone mereka.
"Di sini sejauh mata memandang yang terlihat lautan luas. Sebab pantai ini berhadapan langsung dengan Samudera Pasific,” ungkap Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar sambil menunjuk ke arah Samudera Pasific.
Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, bulan November termasuk bulan teduh. Sehingga hantaman gelombang dari Samudera Pasific tidak terlalu kuat, sehingga semburan air laut di Batu Pica tidak setinggi biasanya.
Berbeda apabila memasuki musim gelombang yaitu pada bulan Desember. Pada musim gelombang, ombak yang menghantam pantai Batu Pica bisa menghsilkan semburan air setinggi 10-20 meter.
Hal menarik lainnya yang ada di objek wisata Pantai Batu Pica yaitu kondisi pantai yang masih tergolong bersih. Bahkan air laut terlihat sangat jernih.
Susunan batu karang yang berada di pantai Batu Pica yang terbentuk secara alami akibat hempasan gelombang juga sangat indah.
Kawasan Biak Utara rata-rata terdiri dari tanjung, sebab berhadapan langsung dengan laut samudra pasifik. Dibentuk oleh batu-batu karang yang hidup, sehingga setiap hari dihantam oleh ombak secara terus-terus.
Menurut informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, pantai di Biak Utara hanya mengenal dua musim, yaitu musim wampasi atau musim teduh dan musim pasang atau gelombang.
Musim teduh biasanya terjadi mulai bulan April hingga November. Sedangkan, musim pasang atau gelombang biasanya terjadi sekitar bulan Desember.
Gelombang ini terjadi lantaran angin wambrauw atau angin barat dan angin wamurem atau angin timur. Angin barat dan angin timur ini biasanya menghempas lautan Pasific, sehingga menyebabkan ombak yang besar dengan ketinggian sekitar 3 meter di wilayah Biak Utara.
Selain pantai Batu Pica, masih ada beberapa lokasi wisata lainnya yang tak kalah menarik di Biak Utara. Lokasi tersebut seperti Monumen Tsunami tahun 1996, Pantai Wari, air terjun Karmon, air terjun Sawey dan air terjun Warsa.
Charles Brabar mengakui wilayah utara Pulau Biak ini memiliki potensi wisata alam yang sangat potensial. "Sepanjang kawasan pantai utara ini, terdapat banyak tempat wisata yang tentunya harus dikembangkan dan dipromosikan. Karena ini sangat menjanjikan untuk pariwisata di masa-masa yang akan datang," ucap pria kelahiran Sarmon, Biak tanggal 12 September 1966 ini. (Bersambung)

 

  Editor : Administrator