JAYAPURA - Pemberitaan terkait rombongan pejabat Papua mengamankan dua oknum anggota penyidik KPK yang kedapatan memotret para pejabat Papua usai melakukan pertemuan dengan pihak Kemendagri di Hotel Borobudur masih memanas. Informasi yang beredar pihak KPK juga melaporkan aksi penganiayaan yang dilakukan oknum pejabat Papua ini terhadap penyidiknya.
Namun yang lebih santer adalah beredarnya sebuah video berdurasi 37 detik yang menunjukkan kemarahan Ketua DPR Papua, Dr Yunus Wonda di hadapan oknum KPK bernama Muhammad Gilang tersebut. Dalam video tersebut Yunus Wonda nampak menggunakan kacamata gelap marah-marah dan mencak- mencak penyidik KPK.
Dalam videonya Yunus Wonda meneriaki bahwa pihaknya menjaga instansi negara di Papua tidak main-main. Masyarakat dan pemerintah Papua kata Yunus Wonda lebih memiliki hati nurani sehingga tak boleh berkelakuan seperti mencurigai apa yang dilakukan pejabat di Papua.
"Kami lebih memiliki hati nurani dan tak boleh menyamakan kami di Papua dengan di Jawa, tidak boleh," cecar Yunus Wonda. Suara lain terdengar anggota DPRP, Nason Uti yang meminta oknum KPK ini meninjau langsung Papua seperti apa.
Tak bisa menerapkan apa yang dilakukan di pusat kemudian disamakan dengan Papua. Sementara penyidik yang datang menggunakan kaos berkerah berwarna blue navy ini hanya terlihat terus menunduk dan mengaguk-ngaguk. Perkembangan terakhir dari kasus ini KPK telah resmi membuat laporan penganiayaan terhadap penyidiknya. (Ade)
https://youtu.be/t_vfaQkDAKk Editor : Administrator