Gamel/Cepos
SESAK: Kondisi taman di samping Toko Buku Grameda Jayapura yang terlihat bersih namun nampak sesak akibat banyaknya tanaman yang tak ditata secara baik. Kota Jayapura memiliki sejumlah taman namun masih banyak yang harus dibenahi.
Masih Banyak Orang Mabuk, di Tempat Bermain Ada Pohon Sawit
Berbicara taman kota, meski di Jayapura ada beberapa taman yang bersih dan nyaman namun masih banyak yang perlu dibenahi.
Laporan: Abdel Gamel Naser, Jayapura
Berbicara soal taman kota, bisa dibilang dari lima lokasi yang ada, hanya Taman Mandiri dan Taman Mesran yang dianggap layak untuk dipakai sebagai tempat istirahat. Hanya saja dua lokasi ini belum bisa dikatakan nyaman khususnya bagi anak-anak.
Cenderawasih Pos mencoba sedikit membedah dengan memaparkan kondisi di lapangan. Untuk lokasi Taman Mandiri sendiri tempatnya terbilang bersih pada pagi hari. Tamannya juga tertata rapih dan tidak terlalu berisik.
Di sini terdapat 8 pondok yang bisa digunakan untuk duduk beristirahat dengan dilengkapi 6 boks sampah. Untuk penerangannya, taman yang dulunya disebut Porasko ini memiliki 5 tiang lampu dengan masing-masing tiang berisi 4 lampu sehingga untuk penerangan di malam hari terbilang cukup terang. Hanya saja kondisi atap pondok nampak banyak yang rusak sehingga saat hujan deras dipastikan pondok ini tak bisa digunakan.
Di taman ini juga masih suka digunakan untuk pesta Miras. “Tadi lihat sendiri, ada kelompok orang yang merasa aneh dengan kedatangan kita tapi untungnya tidak mengganggu. Kalau sudah ada orang mabuk pasti tidak akan nyaman, nah ini PR,” kata Gunawan, salah satu aktifis sosial.
Satu lagi yang dirasa kurang di sini adalah meski ada tempat yang sebelumnya digunakan untuk bermain namun kini tak terlalu difungsikan karena hanya dua alat yang disiapkan. “Toiletnya juga tak berfungsi meski tempatnya ada,” jelas Gunawan.
Lalu jika dibandingkan dengan Taman Mesran, kondisinya juga hampir sama. Kebersihan di dua taman ini sangat terjaga. Lokasi jalan yang disiapkan nampak menarik karena ditata dengan bebatuan kecil. Di sini ada juga panggung yang representatif untuk dipakai jika ada hiburan kecil.
Untuk tempat sampah, di taman yang bersebelahan dengan Pelabuhan Jayapura ini memiliki 8 tempat sampah dan tempat bermain anak seperti perosotan. Hanya meski terbilang nyaman namun tetap saja masih ada yang kurang.
Salah satunya adalah toilet yang tak berfungsi lalu patahan bibir taman yang pernah ditabrak kapal sewaktu-waktu akan mengganggu. “Sayangnya di sini motor juga bisa masuk dan parkir di taman jadi agak mengganggu,” imbuh Gunawan.
Di lokasi lainnya adalah taman di samping Toko Buku Gramedia. Hanya saja, tidak diketahui persis apa nama taman ini dan meski berada di tengah kota ternyata tak banyak yang mau nongkrong di sini. Pasalnya ukuran tamannya tidak terlalu besar dan Nampak sesak akibat banyaknya pohon atau bunga yang tak tertata baik. “Ada pancuran tapi tidak berfungsi dan airnya berlumut padahal di tengah kota. Ini mirip Taman Imbi kemarin. Selain itu empat lampu-lampu yang menyoroti pancuran juga hilang, mungkin diambil orang,” ujar Gunawan.
Dikatakan, ada juga dua atap berbentuk payung namun tak jelas peruntukannya karena ditanam di tengah bunga. Gunawan menganggap taman ini digarap tidak terkonsep baik lantaran di balik papan yang menutupi tanah ternyata banyak sekali sampah.
“Agak bingung juga kalaa mau jalan di taman ini. Sesak dan banyak tanaman yang tidak tertata. Contohnya saja, ada pohon kelapa sawit di tempat bermain anak. Ini aneh karena pohon sawit justru akan mengganggu dan memiliki duri. Kalau pohon ketapang mungin masih tepat,” tambahnya.
Sementara lokasi terakhir yang didatangi adalah Taman Imbi. Taman yang menjadi ikon Kota Jayapura setelah beberapa kali disorot rupanya mulai berbenah. Taman Imbi yang juga disebut sebagai Taman Yos Sudarso ini mulai rapih dengan tak ada lagi semak belukar.
“Ada 12 tempat sampah yang disiapkan tapi tidak semua berfungsi, lalu ada tiga tiang lampu yang sudah rusak, patah dan kini Imbi mulai kembali terasa nyaman meski kafe dan air mancurnya tidak lagi berfungsi,” katanya.
Meskipun demikian Gunawan masih mempertanyakan keberadaan toilet yang berada tepat di tengah taman. “Saya baru tahu ada yang seperti ini. Saya pikir ini nantinya akan mengganggu dan rusak lagi. Mengapa tidak merenovasi toilet di samping jembatan Overtom saja ketimbang akhirnya merusak pemandangan taman,” tuturnya.
Gunawan yang pernah mengikuti acara festival di Taman Bungkul, Surabaya ini juga menunjukkan bahwa masih ada orang yang merekap Togel. “Nah ini yang jadi masalah, padahal di tengah kota. Orang masih ‘bertarung’ dengan untung-untungan padahal kota ini disebut Kota Beriman. Saya pikir jika begini terus maka orang yang pertama kali datang ke Imbi bisa-bisa menyinyir,” wantinya.
Gunawan juga menyinggung soal Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dimana pasal 17 memuat bahwa proporsi kawasan hutan paling sedikit 30 persen dari luas aliran sungai untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Taman Kota lanjut Gunawan menjadi penting bagi daerah yang sedang berkembang karena berfungsi sosial dan estetik sebagai sarana kegiatan rekreatif, edukasi atau kegiatan lain pada tingkat kota. “Fungsi RTH bisa berfungsi ekologis, sosial, budaya, estetika dan ekonomi. Ini dibuat atas luas wilayah, jumlah penduduk dan kebutuhan fungsi tertentu. Untuk wilayah perkotaan sendiri paling tidak minimal 30 persen yang terdiri dari 20 persen ruang terbuka hijau publik dan 10 persen ruang terbuka hijau privat,” beber Gunawan.
Luas 30 persen ini merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan sistem hidrologi maupun mukrolimat dan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai estetika kota. “Jika penduduk kota melebihi 400 ribu maka statusnya harus miliki taman kota. Kalau mau dikaitkan dengan kondisi sosial saat ini dimana semua orang sibuk lalu pulang sampai di rumah memilih bermain Hp dan tidur. Minim interaksi sosial dengan masyarakat. Nah fungsi taman kota atau RTH ada di situ, membangun kembali jaringan atau sikap sosial antar sesama,” pungkas Gunawan. (*)
Editor : Administrator