Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem: MBG Adalah Pasar Pasti bagi UMKM dan Petani Lokal

Theresia F. Tekege • 2026-02-28 14:58:03

Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Ketua Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

 

Menurut Marsel, kehadiran program MBG memberikan kepastian pasar bagi pelaku UMKM dan petani lokal di Nabire. 

 

“ Kebutuhan bahan pangan seperti sayur-sayuran, ikan, umbi-umbian, telur, hingga hasil kebun masyarakat diserap secara berkelanjutan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujar Koorwil BGN Nabire, Marsel Asyerem kepada media ini via seluler, Sabtu, (28/2/2026).

 

Lanjutnya, MBG adalah pasar yang pasti bagi UMKM dan petani lokal. Setiap hari ada kebutuhan bahan pangan yang harus dipenuhi, dan itu menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat sebagai pemasok.

 

Ia menjelaskan, selama ini banyak pelaku usaha kecil yang menghadapi ketidakpastian pasar. Dengan adanya program MBG, permintaan bahan pangan menjadi lebih stabil dan terencana.

 

“Dengan kepastian permintaan, petani dan pelaku UMKM tidak lagi bergantung pada pasar yang tidak menentu. Ini membantu mereka meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha,” ujarnya.

 

Selain dampak ekonomi tidak langsung, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru di setiap SPPG yang beroperasi. Tenaga dapur, distribusi makanan, petugas kebersihan, hingga tenaga administrasi direkrut dari masyarakat setempat.

 

“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi untuk anak-anak Papua, tetapi juga tentang membuka lapangan kerja bagi generasi muda dan mama-mama Papua yang membutuhkan akses pekerjaan,” tambahnya.

 

Marsel pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program MBG.

 

“Kami mengajak masyarakat untuk ambil bagian, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai pemasok bahan pangan lokal. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama,” tutupnya.

 

Program MBG diharapkan menjadi fondasi dalam membangun generasi Papua yang sehat, kuat, dan mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi rakyat berbasis potensi lokal di Kabupaten Nabire. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#badan gizi nasional #NABIRE #Mbg