Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Astamaops Kapolri Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Tekankan Pendekatan Humanis

Wahyu Welerubun • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:37 WIB
Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, saat bertemu personel Polri di Kuala Kencana. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, saat bertemu personel Polri di Kuala Kencana. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, menggelar kunjungan kerja ke sejumlah wilayah operasi di tanah Papua.

 

Peninjauan ini untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut tetap kondusif.

 

Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau langsung kesiapan personel di lapangan serta mengevaluasi jalannya operasi.

 

Dalam kunjungan tersebut, Fadil menerima paparan komprehensif dari Satgas Damai Cartenz dan Satgas Amole terkait penanganan gangguan keamanan, evaluasi taktis, hingga program pembinaan masyarakat.

 

Tak hanya memantau aspek militeristis, mantan Kapolda Metro Jaya ini juga berdialog dengan tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat. Menurutnya, komunikasi kultural adalah kunci stabilitas Papua.

 

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Papua memiliki karakteristik dan kearifan lokal yang sangat kuat sehingga pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap budaya, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Astamaops Kapolri dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (16/7/2026).

 

Di samping aspek keamanan, Fadil memberikan catatan tebal pada faktor eksternal non-tempur yang mengancam keselamatan personel seperti penyakit malaria. Mengingat tingginya endemisitas malaria di pesisir dan pedalaman Papua, ia menginstruksikan seluruh komandan sektor untuk memperketat pengawasan kesehatan anak buahnya.

 

Langkah pencegahan seperti disiplin mengonsumsi obat profilaksis, penggunaan kelambu, hingga pemeriksaan medis berkala wajib dijalankan.

 

“Ancaman terbesar di wilayah operasi bukan hanya gangguan keamanan, tetapi juga penyakit malaria. Saya minta seluruh personel disiplin menjaga kesehatan, mematuhi langkah-langkah pencegahan, dan para komandan agar melakukan pengawasan secara melekat. Jangan sampai personel menjadi korban karena lalai menjaga kondisi kesehatannya,” tegas Fadil Imran.

 

Mantan Kapolda Jawa Timur itu menambahkan, kesuksesan sebuah operasi tidak melulu diukur dari tercapainya sasaran misi, melainkan bagaimana personel bisa pulang dalam kondisi selamat dan sehat.

 

Untuk itu, ia memerintahkan penguatan pos operasi pada aspek perlindungan personel (force protection), logistik, serta layanan kesehatan, sembari mempererat koordinasi dengan TNI.

 

Merespons arahan tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menyatakan kedatangan Astamaops menjadi suntikan motivasi bagi pasukannya di lapangan. Pihaknya berkomitmen menyelaraskan langkah penegakan hukum dengan pendekatan persuasif.

 

Arahan terkait pendekatan humanis, penguatan sinergi, serta perhatian terhadap kesehatan personel, khususnya pencegahan malaria, akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

 

“Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Amole akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif, preemtif, pendekatan humanis, serta penegakan hukum secara profesional dan terukur guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua,” tutup Faizal. (*)

 

Editor : Elfira Halifa
mimika Ceposonline.com