CEPOSONLINE.COM, MIMIKA —Sebanyak 20 siswa angkatan kedua (kelahiran 2010) Papua Football Academy (PFA) resmi dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan sepak bola selama tiga tahun di akademi milik PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut.
Direktur Teknik PFA, Wolfgang Pical, menyampaikan apresiasi mendalam atas perkembangan para siswa selama tiga tahun terakhir. Ia menekankan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kesempatan baru untuk mengejar cita-cita yang lebih tinggi.
Wolfgang juga mengingatkan para siswa agar selalu memegang teguh core values atau nilai-nilai inti PFA di mana pun mereka berada. Nilai-nilai tersebut meliputi kebanggaan menjadi orang Papua, kerja keras, disiplin, menjaga kesehatan tubuh, serta tetap rendah hati dan menghormati orang tua.
diles Rumbiak, menyatakan optimismenya bahwa kehadiran akademi ini mampu membantu menaikkan level sepak bola Indonesia ke panggung dunia. Pada tahun keempat operasionalnya, PFA dinilai telah masuk ke dalam level akademi elit.
Ardiles kemudian membagikan pengalamannya saat berdiskusi dengan seorang pemandu bakat senior di Austria, Mister Yohanes—sosok yang pertama kali menemukan bakat kapten Timnas Austria, David Alaba.
Kepada Ardiles, sang pemandu bakat menceritakan bahwa Alaba terpilih bukan hanya karena kemampuannya di dalam lapangan, melainkan karena karakter, ketenangan, dan disiplinnya di luar lapangan sejak bangku SMP.
"Kehidupan di luar lapangan itu membentuk kalian bisa jadi pemain hebat di dalam lapangan. Selain itu, lingkungan pertemanan yang baik setelah kalian keluar dari PFA akan membawa kalian ke level yang terbaik," ujar Ardiles mengingatkan pesan dari pemandu bakat tersebut. (*)
Editor : Elfira Halifa