Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

​Inflasi Timika Sentuh 2,18 Persen pada Mei 2026, Dipicu Lonjakan Perawatan Pribadi dan Transportasi

Wahyu Welerubun • Senin, 22 Juni 2026 | 09:45 WIB
Kantor BPS Kabupaten Mimika. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kantor BPS Kabupaten Mimika. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika melaporkan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Timika mencapai 2,18 persen pada Mei 2026. 

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura menjelaskan bahwa angka ini didorong oleh kenaikan signifikan pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi serta tarif transportasi.  

​Indeks Harga Konsumen (IHK) di Timika merangkak naik ke level 114,86, dibandingkan dengan level 112,41 pada Mei tahun lalu.  

Sementara itu, laju inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 0,69 persen. Adapun tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sejak awal tahun hingga Mei 2026 berada di angka 1,85 persen.  

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan," tulis Ouce saat saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).​

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi motor utama inflasi tahunan dengan lonjakan indeks sebesar 21,67 persen, memberikan andil inflasi terbesar hingga 1,54 persen. Tren kenaikan ini utamanya dipicu oleh komoditas emas perhiasan.

Selain itu, kelompok pengeluaran transportasi mencatat kenaikan sebesar 5,55 persen dengan andil 0,49 persen, akibat naiknya tarif angkutan udara serta harga mobil. 

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga naik 2,10 persen dengan andil 0,30 persen, yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga.

Di sisi lain, kelompok bahan makanan justru menahan laju inflasi lebih dalam. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami deflasi tahunan sebesar 0,24 persen dengan andil penurunan 0,11 persen. 

Penurunan harga komoditas pangan seperti daging babi, cabai rawit, bawang putih, daging ayam ras, dan tomat menjadi penyumbang utama deflasi pada kelompok tersebut.

Secara bulanan, pergerakan inflasi m-to-m sebesar 0,69 persen dipengaruhi kuat oleh kenaikan tarif angkutan udara serta harga komoditas laut seperti cumi-cumi dan ikan mumar. 

Sebaliknya, harga cabai rawit, bawang merah, dan tomat mengalami penurunan sehingga menjadi penyumbang utama deflasi bulanan.

Jika dibandingkan secara historis, laju inflasi tahunan di Timika pada Mei 2026 memperlihatkan tren melambat dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun terakhir. 

Pada Mei 2025, inflasi tahunan Timika berada di angka 2,88 persen, sementara pada Mei 2024 mencapai 4,31 persen. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Inflasi #mimika #Ceposonline.com